Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Elshinta
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB |
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Ilustrasi - Minyak mentah sedang dipompa ke permukaan di Monterey Shale, California, Amerika Serikat. (ANT/REUTERS/Lucy Nicholson/am) - https://bit.ly/31pFmit

Elshinta.com - Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), jatuh setelah sesi di mana sentimen bearish tentang permintaan bahan bakar menangkal optimisme tentang pengurangan pasokan Irak, mendorong harga masuk dan keluar dari wilayah positif.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober turun delapan sen menjadi ditutup pada 45,09 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 24 sen menjadi menetap di 41,95 dolar AS per barel.

Di awal sesi, pengurangan produksi yang direncanakan Irak telah menopang harga minyak. Tetapi, kemudian tertekan kembali oleh kekhawatiran permintaan akibat perlambatan ekonomi dari pandemi virus corona, kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

“Semua orang sedang menunggu paket bantuan virus corona untuk memberikan peningkatan pada ekonomi,” katanya.

Irak mengatakan akan melakukan pemotongan tambahan dalam produksi minyaknya sekitar 400.000 barel per hari pada Agustus untuk mengkompensasi kelebihan produksi selama periode lalu di bawah pakta pengurangan pasokan OPEC.

Kedua acuan minyak naik ke level tertinggi sejak 6 Maret di sesi sebelumnya setelah pemerintah AS melaporkan penurunan stok minyak mentah yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Dolar AS yang lebih lemah juga mendukung harga minyak karena membuat minyak yang dinilai dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama mencatat penurunan persentase bulanan terbesar dalam satu dekade pada Juli, dan jajak pendapat Reuters memprediksikan harga akan terus jatuh hingga tahun depan.

Namun, indeks dolar AS naik sekitar 0,1 persen pada Kamis (6/8/2020) setelah jatuh selama dua sesi, tetapi tetap dekat ke posisi terendah dua tahun.

Investor minyak juga tetap waspada terhadap peningkatan persediaan produk olahan AS ketika para gubernur bank sentral AS mengatakan kebangkitan kasus virus corona memperlambat pemulihan ekonomi di konsumen minyak terbesar dunia itu.

"Dalam jangka menengah, permintaan yang lemah kemungkinan akan lebih banyak membebani daripada sentimen positif (mendukung), itulah sebabnya kami memperkirakan harga akan terkoreksi dalam waktu dekat," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

JPMorgan memangkas perkiraan permintaan minyak untuk paruh kedua tahun ini sebesar 1,5 juta barel per hari, tetapi menaikkan perkiraan harga rata-rata Brent untuk sepanjang tahun menjadi 42 dolar AS per barel dari 40 dolar AS.

Raksasa minyak negara Arab Saudi Aramco memangkas harga jual resmi (OSP) September untuk minyak mentah ringan bagi pengiriman ke Asia, sebesar 30 sen per barel mulai Agustus, dan membiarkan harga ke AS tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Kebijakan tersebut secara singkat memberikan kekuatan ke pasar, memadamkan kekhawatiran sebelumnya bahwa produsen akan memangkas harga, memicu perang harga lainnya, kata Bob Yawger, Direktur Energy Futures di Mizuho di New York, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sinovac ingin memasok vaksin ke lebih banyak negara Amerika Selatan
Kamis, 24 September 2020 - 20:57 WIB
Sinovac Biotech berharap dapat memasok vaksin COVID-19 buatannya ke lebih banyak negara Amerika Sel...
Emas anjlok lagi, tertekan `greenback` yang terus menguat
Kamis, 24 September 2020 - 10:00 WIB
Emas berjangka turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugiannya u...
Harga minyak naik tipis setelah persediaan AS berkurang
Kamis, 24 September 2020 - 08:56 WIB
Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung data pemerintah Ameri...
Erdogan dan Macron bahas ketegangan Mediterania Timur
Rabu, 23 September 2020 - 16:09 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Selasa (22/9) bah...
Presiden Jokowi harap PBB senantiasa berbenah diri
Rabu, 23 September 2020 - 10:25 WIB
Presiden Joko Widodo berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat berbenah diri sehingga res...
Emas turun lagi, dolar AS lanjutkan kenaikan, fokus pada komentar Fed
Rabu, 23 September 2020 - 08:26 WIB
Emas berjangka turun untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ...
Umrah kembali dibuka mulai 4 Oktober dan 1 November
Rabu, 23 September 2020 - 08:12 WIB
Pemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan jamaah dalam negeri untuk melakukan ibadah umrah mulai 4 ...
Pengadilan Hong Kong tetap wajibkan PRT asing tinggal di rumah majikan
Rabu, 23 September 2020 - 07:11 WIB
Keputusan hakim di Hong Kong yang mempertahankan aturan pembantu rumah tangga (PRT) dari luar negeri...
Menlu RI: 75 tahun berdiri, PBB harus perkuat relevansi dan adaptasi
Selasa, 22 September 2020 - 10:25 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam memperingati 75 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Ban...
WHO: Pedoman penularan COVID-19 tidak berubah
Selasa, 22 September 2020 - 09:51 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mengubah kebijakannya mengenai penularan virus corona melalui...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV