Update: 22.655 jiwa terdampak banjir bandang Bolaang Mongondow Selatan, puluhan rumah hanyut dan rusak
Elshinta
Senin, 03 Agustus 2020 - 11:06 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Update: 22.655 jiwa terdampak banjir bandang Bolaang Mongondow Selatan, puluhan rumah hanyut dan rusak
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Minggu (2/8). Foto: BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 

Elshinta.com - Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sebanyak 7.046 kepala keluarga (KK) atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. 

Hal itu sebagaimana menurut data yang diperbarui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Minggu (2/8) pukul 19.00 WIB.

Adapun keseluruhan warga yang terdampak tersebut terbagi di tujuh wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Bolaang Uki ada 2.978 KK/9.715 jiwa, Kecamatan Helumo ada 225 KK/861 jiwa, Kecamatan Tomini ada 62 KK/250 jiwa, Kecamatan Posigadan ada 154 KK/636 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Pinolosian ada 1749 KK/5980 jiwa, Kecamatan Pinolosian Tengah ada 925 KK/1.729 jiwa, dan Kecamatan Pinolosian Timur ada sebanyak 953 KK/3.494 jiwa.

Bencana yang sejak Jumat (31/7) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga.

Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

Menurut BNPB, seperti diinformasikan melalui laman resminya, Senin (3/8) pagi, kendati sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama. Terlebih hingga saat ini, hujan masih sering terjadi sebagaimana hal itu juga telah diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan wilayah lain di bagian utara Indonesia.

Sementara itu, dampak kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut mulai dari 29 unit rumah hanyut, 64 unit rumah rusak berat, 5 unit jembatan rusak berat dan 5 ruas jalan rusak. Hal itu sekaligus menyebabkan tiga kecamatan seperti Kecamatan Helumo, Kecamatan Tomini, dan Kecamatan Posigadan terisolir.


Status Tanggap Darurat

Menyikapi dampak bencana tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Selatan mengambil langkah penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari, terhitung mulai 24 Juli hingga 6 Agustus 2020.

Selain itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan juga telah menetapkan surat keputusan pembentukan posko yang berlokasi di Alun-alun Kabupaten dengan komandan Dandim 1303.

"Hingga saat ini, seluruh komponen pemerintah daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bekerja sama melakukan upaya penanganan darurat bencana," tulis BNPB.

"Dalam hal ini BNPB terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan Percepatan Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan," jelasnya.

Hal itu dilakukan sekaligus sebagai kesiapan dalam menghadapi ancaman terjadinya banjir di wilayah lain, mengingat curah hujan tinggi diprakirakan terjadi sampai dengan bulan Oktober 2020.

Dalam jangka pendek, BNPB akan melakukan dropping logistik ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggunakan pesawat carter Express Air dan helikopter jenis MI 8 - MTV yang diterbangkan dari Palangka Raya di Kalimantan Tengah menuju Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (3/8) dan Selasa (4/8).

Adapun rincian logistik dan peralatan yang akan dikirim meliputi tenda keluarga 25 unit, tenda pengungsi 5 set, kasur lipat atau velbed 125 unit, matras 1.000 lembar, selimut 5.000 lembar, perlengkapan bayi dan balita atau kidsware 200 paket dan sandang sebanyak 375 paket.

Menurut hasil koordinasi sementara, logistik dan peralatan akan disimpan dan didistribusikan dari Bandara Sam Ratulangi untuk memudahkan proses pengiriman logistik menggunakan helikopter, dengan prioritas utama tiga kecamatan yang terisolir. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korban tewas tanah longsor di Tarakan bertambah jadi 14 orang
Senin, 28 September 2020 - 13:23 WIB
Korban tewas karena musibah tanah longsor di Tarakan pada Senin (28/9) dini hari bertambah menjadi 1...
Sepuluh orang tewas akibat tanah longsor di Tarakan
Senin, 28 September 2020 - 10:10 WIB
Sepuluh orang tewas akibat bencana tanah longsor yang terjadi di tiga lokasi di Kota Tarakan, Provi...
Angin kencang terjang Aceh Tenggara rusak 34 rumah warga
Senin, 28 September 2020 - 09:47 WIB
Sebanyak 34 unit rumah rusak ringan dan beberapa pohon tumbang setelah hujan disertai angin kencang ...
BMKG imbau warga akhiri kepanikan terkait potensi gempa megathrust
Minggu, 27 September 2020 - 17:14 WIB
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dar...
Gempa dengan magnitudo 5,2 melanda Iran
Sabtu, 26 September 2020 - 16:51 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,2 melanda timur laut Iran di perbatasan dengan Turkmenistan pada Sabtu (26/...
Kemenkes tingkatkan surveilans hadapi ancaman banjir dan pandemi
Kamis, 24 September 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan sejumlah strategi untuk mengatasi ancaman banjir di te...
BNPB sampaikan peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan hadapi bahaya bencana hidrometeorologi
Kamis, 24 September 2020 - 07:09 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan arahan kepada pemerintah daerah di seluruh...
Status tanggap darurat pascabanjir bandang Sukabumi
Kamis, 24 September 2020 - 06:52 WIB
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang ya...
Banjir dan tanah longsor terjang enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya
Kamis, 24 September 2020 - 06:37 WIB
Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh Barat Daya, Provinsi ...
Angin kencang rusak sejumlah rumah dan tumbangkan pohon di Sukabumi
Rabu, 23 September 2020 - 20:12 WIB
Sejumlah rumah rusak dan pohon berukuran besar tumbang akibat disapu angin kencang disertai hujan de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV