Forkoppam gelar simulasi pernikahan masa adaptasi baru
Elshinta
Senin, 27 Juli 2020 - 21:33 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Forkoppam gelar simulasi pernikahan masa adaptasi baru
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Forum Komunikasi Penyelenggara Pernikahan Magelang (Forkoppam), menggelar simulasi pernikahan,  di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, 27-28 Juli 2020. Diharapkan, simulasi ini bisa menjadi acuan para penyelenggara maupun masyarakat yang hendak mengadakan pesta pernikahan atau sejenisnya.

"Saya sangat apresiasi Forkoppam yang memprakarsai simulasi ini. Kegiatan ini merupakan pelopor penyelenggaraan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 yang menerapkan protokol kesehatan," ujar  Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito disela-sela kegiatan. 

Pada simulasi itu, seluruh kegiatan didesain dan diatur sedemikian rupa layaknya sebuah pesta pernikahan baik konsep tradisional maupun internasional. Satu per satu tamu yang hadir wajib dicek suhu tubuhnya, kemudian wajib cuci tangan pakai sabun dan memakai handsanitizer.

Selanjutnya petugas akan mengantarkan tamu ke tempat duduk yang sudah diatur jaraknya. Tamu yang hendak mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin pun wajib mengantre sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.

Menurut Sigit, tidak mudah menyelenggarakan sebuah kegiatan di tengah pandemi ini. Penyelenggara harus teliti, apalagi melibatkan banyak orang dan komunitas. 

"Pekerjaan ini tidak mudah perlu penataan yang rigit, teliti, melibatkan banyak orang, komunitas termasuk budayawan/seniman," ungkap Sigit seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Sigit menyebutkan, selain wajib menerapkan protokol kesehatan, penyelenggaraan persta pernikahan juga disarankan untuk tidak mengundang tamu lebih dari 200 orang. Jadwal kehadiran tamu juga sebaiknya diatur agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi terjadi penularan virus.

"Sebisa mungkin undangan tamu maksimal 150-200 orang saja, itu pun harus diatur waktunya agar tidak menumpuk. Jangan berlebihan karena saat ini kondisinya berbeda, yang penting hikmat dan aman," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Forkoppam Dora Lina Bineri menjelaskan simulasi ini diselenggarakan oleh Forkoppam yang terdiri dari gabungan 7 asosiasi, yakni Himpunan Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati, MUA Hunter Kedu, Asosiasi Dekorasi Magelang, Ikatan Pekerja Musik Magelang, Magelang Master of Ceremony, Wedding Documentator Magelang Raya, dan Ikatan Wedding Organizer Magelang.

"Seluruh asosiasi ini melingkupi 198 vendor, yang menaungi asisten, kru dan freelancer sejumlah 1.079 orang," katanya.

Rangkaian simulasi ini meliputi upacara panggih gaya Surakarta dan resepsi pengantin tradisional dengan konsep duduk, dan hidangan full service. Selanjutnya, simulasi pengantin internasional dengan konsep berdiri (standing party) dan hidangan silver service.

Tujuan simulasi, kata Dora, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan para penyelenggara pernikahan, termasuk calon pengantin, agar dapat menyelenggarakan pesta dengan penerapan protokol kesehatan dan keamanan di masa adaptasi kebiasaan baru.

"Untuk itu kami mohon dukungan pemangku kepentingan dan semua pihak, dengan harapan industri pernikahan di Magelang dapat bangkit dan berjalan," pungkas Dora. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
19 September 1945, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya
Sabtu, 19 September 2020 - 07:33 WIB
Sejarah hari ini, 75 tahun silam tepatnya pada 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera...
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
16 September 1979, Stadion Teladan ambruk
Rabu, 16 September 2020 - 09:06 WIB
Hari ini 41 tahun lalu, tepatnya 16 September 1979, artis cilik Adi Bing Slamet dan Iyut Bing Slamet...
15 September 1945, sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta
Selasa, 15 September 2020 - 08:16 WIB
Pada tanggal 15 September 1945, sekutu mendaratkan tentaranya di Tanjung Priok yang disusul dengan p...
Warga Kuala pengidap epilepsi ditemukan meninggal di sungai
Senin, 14 September 2020 - 13:45 WIB
Warga Kecamatan Kuala sontak terkejut atas ditemukan sesosok mayat laki-laki tepatnya di Sungai Bua...
Satgas Covid-19 Kalbar razia masker di Kota Pontianak
Senin, 14 September 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 200 personil TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP yang tergabung dalam tim Gugus Tugas...
14 September 2017, ratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Solok Selatan 
Senin, 14 September 2020 - 07:32 WIB
Ratusan rumah rusak setelah dihantam banjir ba‎ndang di Solok Selatan, Padang, Sumatera Barat. Ban...
13 September 2000, 20 tahun lalu bom mobil meledak di parkiran Bursa Efek Jakarta
Minggu, 13 September 2020 - 06:27 WIB
Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya 13 September 2000, sebuah bom berdaya ledak tinggi meluluh lantakka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV