Anti Hoaks
Tes usap untuk mengetahui COVID-19 dapat merusak otak? Ini penjelasannya
Elshinta
Senin, 27 Juli 2020 - 07:49 WIB |
Tes usap untuk mengetahui COVID-19 dapat merusak otak? Ini penjelasannya
Seorang warga menjalani uji usap (swab) massal di Pasar Sukaramai, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (26/6/2020). Sumber foto: https://bit.ly/3f4siDW

Elshinta.com - Sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa tes usap atau swab test untuk uji COVID-19, dapat merusak sawar darah otak (membran semipermeabel yang memisahkan darah dari cairan lain di otak). 

Salah satu akun di media sosial Facebook menyertakan ilustrasi bagaimana swab test dapat merusak otak. 

Dia menyebut tes usap melalui hidung dapat menusuk otak dan seakan melakukan lobotomi atau operasi bedah saraf guna mengobati penyakit gangguan jiwa.

Akun itu pun menyertakan satu tautan berjudul "Testing kits heading uk containated coronavirus".

"These swabs may be (and probably are) contaminated with something dangerous, like viruses or something we don't undestand. (Tes usap mungkin telah terkontaminasi dengan sesuatu yang berbahaya, seperti virus atau sesuatu yang tidak kita menegerti," tulis akun tersebut.

Namun benarkah tes usap dapat merusak otak?

 


Tangkapan layar salah satu akun yang menyatakan tes usap dapat menyebabkan kerusakan otak. (Facebook)


Mengutip Antara, berikut penjelasannya:

Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gajah Mada, Anton Sony Wibowo mengatakan, tes usap tidak merusak otak karena hanya dilakukan sampai dinding paling belakang hidung dan rongga mulut (nasofaring).

Dia menjelaskan, jarak antara sawar darah otak dengan lokasi tempat tes usap dilakukan relatif cukup jauh. 

Merujuk pada halaman cek fakta AFP, klaim tes usap dapat merusak otak adalah klaim yang menyesatkan.

"Tes usap tidak dilakukan di sawar darah otak dan tidak membahayakan sawar darah otak, dan dengan demikian tidak menimbulkan ancaman bagi sistem saraf kita," kata ahli imunologi dan profesor emeritus di Universitas New South Wales, Prof John Dwyer, seperti dikutip AFP.

Sependapat dengan John Dwyer, profesor John Mathews, seorang ahli epidemiologi di University of Melbourne juga menyatakan, swab PCR "tidak mengganggu penghalang darah otak dengan cara apa pun".

"Penyeka nasofaring rutin untuk menguji virus lain atau untuk hasil laboratorium lainnya telah dikumpulkan dengan aman selama bertahun-tahun," kata dia.

Klaim: Tes usap untuk mengetahui COVID-19 dapat merusak otak
Rating: Salah/Disinformasi.

(Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Prajurit TNI bantu warga Kampung Skouw Sae pindahkan rumah panggung
Jumat, 18 September 2020 - 18:38 WIB
Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 413/Bremoro (Yonif MR 413/Bremoro)...
Pasien sembuh COVID-19 bertambah 4.088 jadi 170.774 orang
Jumat, 18 September 2020 - 17:41 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 18 September 2020, pukul 12.00 WIB, pas...
Presiden ajak GP Ansor ringankan beban rakyat di masa pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 17:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk meringankan b...
Jokowi: GP Ansor mampu jadi perekat di tengah perbedaan
Jumat, 18 September 2020 - 16:51 WIB
Presiden RI Joko Widodo mengatakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama m...
Tersangka penabrak polwan tetap ikut tahapan pilkada
Jumat, 18 September 2020 - 16:26 WIB
ED, tersangka penabrak satu polwan hingga meninggal dunia di Kota Jayapura, Provinsi Papua, tetap me...
Erick Thohir minta Ahok bangun tim solid dukung transformasi Pertamina
Jumat, 18 September 2020 - 15:38 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meminta Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk m...
Helikopter PT NUH mendarat darurat di Paniai di ketinggian 4.700 dpl
Jumat, 18 September 2020 - 14:58 WIB
Kepala Basarnas Biak Gusti Anwar Mulyadi menyatakan sudah menemukan keberadaan helikopter milik PT. ...
Kabar duka, Dokter di Malang meninggal karena Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 14:38 WIB
Seorang dokter di Malang, Jawa Timur meninggal dunia karena Covid-19. Tenaga medis itu adalah dr Am...
Antisipasi penyebaran Covid-19, DPD RI berikan bantuan APD untuk warga Langkat 
Jumat, 18 September 2020 - 13:36 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten ...
Kunjungi Langkat, DPD RI bantu pembangunan Masjid SPN Polda Sumut
Jumat, 18 September 2020 - 13:25 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyala Mattalitti bersama Wakil Ketua DPD RI Sulthan Bakti...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV