Waspada! Potensi hujan tinggi di sejumlah wilayah, meski kemarau terus berlanjut
Elshinta
Selasa, 21 Juli 2020 - 07:12 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Waspada! Potensi hujan tinggi di sejumlah wilayah, meski kemarau terus berlanjut
Citra Satelit kondisi cuaca, Senin (20/7). Sumber: BMKG

Elshinta.com - Berada di sekitar garis ekuator serta diapit oleh dua Samudera dan dua Benua besar, menjadikan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki dinamika cuaca dan iklim yang khas. 

Keunikan itu salah satunya tampak pada kondisi cuaca atau iklim yang kontras. Kondisi tersebut, menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, sementara hujan ekstrem justru mengguyur beberapa wilayah lainnya. 

"Contohnya pada saat musim kemarau melanda hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, wilayah Indonesia bagian tengah mulai Sulawesi Tengah, Maluku hingga Papua bagian utara malah berpotensi mendapatkan curah hujan relatif tinggi dalam dua dasarian (20 hari) ke depan," kata Kepala BMKG, Dwikorita dalam siaran tertulisnya yang diterima Redaksi elshinta.com, Senin (20/7). 

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, musim kemarau masih terus akan berlanjut hingga Oktober nanti. 

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan, dari 342 daerah Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 64% ZOM telah memasuki musim kemarau  hingga pertengahan Juli ini.  Hal ini seiring dominannya sirkulasi angin Monsun Australia yang bersifat kering dan bertiup dari arah Timur – Tenggara. 

Adapun daerah yang telah memasuki musim kemarau antara lain, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Barat, DKI Jakarta bagian barat dan timur, Pesisir utara Banten, Pesisir timur Jambi, Riau dan Aceh, Sumatera Utara bagian tengah, utara dan timur, Kalimantan Selatan bagian barat, Kalimantan Tengah bagian timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir barat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, serta Papua bagian tengah, selatan dan utara.

Dari wilayah-wilayah yang telah memasuki musim kemarau tersebut, 30% ZOM telah mengalami kondisi kering berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering bervariasi antara 21 sampai 30 hari, 31 sampai 60 hari, dan diatas 61 hari. 

"HTH terpanjang terjadi di Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur selama 70 hari. Sementara itu, prediksi Hujan BMKG hingga 9 (Sembilan) bulan ke depan menunjukan musim kemarau secara umum akan berlangsung hingga bulan Oktober 2020," jelas Herizal. 

Meski demikian, Herizal mengingatkan, daerah yang tidak atau belum mengalami  kemarau juga perlu mewaspadai adanya potensi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi dalam empat bulan ke depan. 

Daerah tersebut meliputi, sebagian Aceh, Sumbar, Kalbar, Kaltara, Sultra, Sulteng; Sulbar; Maluku Utara; Papua Barat dan sebagian Papua (pada bulan Juli 2020), sebagian Aceh, Sumbar, Kalbar, Kaltara, Sulbar, Maluku Utara; Papua Barat dan Sebagian Papua (pada bulan Agustus 2020), Aceh, sebagian Sumut, Sumbar, Kalbar dan Kaltara, Sulbar, Papua Barat dan sebagian Papua (September 2020), Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltara, Sulbar, Papua Barat dan sebagian besar Papua (Oktober 2020).

Potensi itu didasarkan pada kondisi suhu muka air laut perairan Indonesia yang masih cukup hangat, sehingga mensuplay cukup uap air ke atmosfer akibat proses penguapan. Sementara itu, aktivitas gelombang ekuator tropis (Gelombang Kelvin dan Rossby) serta aliran massa udara Samudera Pasifik yang masuk ke Indonesia, berpotensi menimbulkan peningkatan aktivitas pembentukan awan konvektif di Indonesia sebelah utara ekuator, terutama di Indonesia bagian timur dan tengah.


Potensi banjir dua dasarian ke depan

Menurut Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan, Nasrullah, berdasarkan prakiraan curah hujan probabilistik BMKG, beberapa wilayah seperti sebagian Sulawesi Tengah dan Papua, berpotensi banjir dengan dengan peluang kategori `tinggi` pada dasarian II Juli ini. 

Prakiraan ini telah di-overlay-kan pada peta daerah rawan banjir yang dibuat Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu pada Dasarian III atau dalam 10 hari terakhir di bulan Juli ini,  potensi banjir dengan peluang kategori `menengah` diprediksi terdapat di sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. 

"Sedangkan pada dasarian I atau sepuluh hari pertama di bulan Agustus, sebagian Papua Barat berpotensi banjir kategori `menengah`," kata Nasrullah.

Untuk memonitor keadaan cuaca seminggu ke depan, Kepala Pusat Meteorologi Publik, Fachri Radjab mengungkapkan, sejumlah wilayah seperti pesisir barat Sumatera, Kalimantan Barat dan Utara, Sulawesi bagian Barat, Tengah dan Selatan, serta Papua bagian Tengah, perlu mewaspadai potensi hujan lebat beserta dampaknya. 

"Sedangkan wilayah Nusa Tenggara Timur diprediksikan akan masih mengalami kondisi yang kering," ujar Fachri. 

Sebagai upaya pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi, Dwikorita menegaskan bahwa lima Balai Besar BMKG di  Wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur serta Koordinator Stasiun BMKG di seluruh provinsi rawan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, terus berupaya makin menggencarkan penyebarluasan peringatan dini ke masyarakat, agar lebih massif dalam meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya pencegahan bencana tersebut. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi di NTT beri sanksi pengendara bermotor tak gunakan masker
Jumat, 25 September 2020 - 09:20 WIB
Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Gugus Tugas Aman Nusa Dua Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memb...
Presiden: Gunakan momentum pandemi untuk integrasi dan konsolidasi program penanggulangan kemiskinan
Jumat, 25 September 2020 - 07:50 WIB
Presiden Joko Widodo meminta untuk menggunakan momentum pandemi COVID-19 saat ini untuk mengintegras...
Inovasi Kota Bogor dan Kabupaten Banyuwangi agar masyarakat aman produktif selama pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 07:34 WIB
Produktivitas masyarakat selama pandemi menjadi tumpuan dalam pemulihan ekonomi sehingga berbagai da...
Satgas COVID-19: Waspadai klaster pengungsian saat musim hujan
Jumat, 25 September 2020 - 07:19 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyebut, datangnya musim penghujan di berba...
Satgas sebut ada capaian positif tingkat kesembuhan COVID-19 di berbagai daerah
Jumat, 25 September 2020 - 07:05 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa angka kese...
Kejati Kalbar diminta tindaklanjuti dugaan korupsi dana bansos
Kamis, 24 September 2020 - 21:55 WIB
Adanya dugaan korupsi Dana Bansos Covid-19 yang diendus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang terj...
Peringati Hari Agraria dan Tata Ruang  ke 60, Kantor BPN Klaten Jawa Tengah siap berikan pelayanan terbaik
Kamis, 24 September 2020 - 18:57 WIB
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Klaten Jawa Tengah meluncurkan program Trisula deng...
Pengukuhkan pengurus Pokdarkamtibmas Bhayangkara Kalsel 2020
Kamis, 24 September 2020 - 17:27 WIB
Di tengah kondisi negara dan daerah masih dalam Pandemi COVID-19 ditambah memasuki pesta demokrasi P...
Polres Malang luncurkan mobil Suket Teki
Kamis, 24 September 2020 - 17:11 WIB
Ditengah situasi pandemi COVID-19 inovasi terus dilakukan kepolisian Polres Malang, salah satunya pe...
Dukung konservasi Penyu, PLN salurkan bantuan tahap II Rp250 juta
Kamis, 24 September 2020 - 16:11 WIB
PLN kembali menyalurkan bantuan dalam Pembangunan Konservasi Penyu di Skouw senilai Rp250.000.000, m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV