BNPB: Sudah ada 75 titik pengungsian korban banjir di Luwu Utara
Elshinta
Senin, 20 Juli 2020 - 06:58 WIB |
BNPB: Sudah ada 75 titik pengungsian korban banjir di Luwu Utara
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati pada konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual oleh BNPB, yang mengusung tema `Banjir Bandang Luwu Utara, Provinsi Sulsel`, Ahad (19/7/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2OEdp0t

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan, hingga saat ini sudah ada 75 titik lokasi pengungsian korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pada konferensi pers secara virtual oleh BNPB yang mengusung tema "Banjir Bandang Luwu Utara, Provinsi Sulsel", Ahad (19/7), Raditya mengatakan, 75 titik pengungsian yang dibentuk oleh tim gabungan baik pemerintah pusat daerah setempat serta para relawan tersebar di tiga kecamatan di Luwu Utara, yakni di Kecamatan Masamba, Baebunta, dan Sabbang. Setiap titik pengungsian menampung 70 hingga 100 orang dari total 14.483 orang pengungsi.

Sementara jumlah korban meninggal dari peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (13/7) lalu ini, BNPB mencatat sebanyak 38 orang, namun jumlah ini diyakini dapat bertambah lagi, karena diperkirakan masih banyak yang terendam lumpur yang belum ditemukan.

"Hal ini berdasarkan data korban yang dilaporkan hilang sebanyak 67 orang," katanya, dikutip Antara

Adapun jumlah personel dan relawan yang terlibat membantu penanganan bencana alam banjir bandang di Luwu Utara berjumlah 1.299 orang.


Rekomendasi

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Agus Budianto pada kesempatan yang sama merekomendasikan tujuh langkah strategis yang harus dilakukan di lapangan.

Ketujuh poin rekomendasi itu di antaranya meminta masyarakat tidak membangun rumah atau berkumpul di sekitar aliran sungai terutama yang berhulu di daerah perbukitan yang rawan longsor. Selain itu, perlu menanam vegetasi berakar dalam dan kuat untuk menahan lereng pada bekas longsor serta untuk menahan erosi dan aliran bahan rombakan.

"Termasuk perlu melakukan penutupan retakan dengan tanah liat dan dipadatkan, hal ini untuk mengantisipasi potensi terjadinya gerakan tanah atau banjir bandang susulan," kata Agus.

Menurut dia, yang tak kalah pentingnya juga adalah jika menemukan material longsor yang menghambat aliran sungai, segera normalisasi aliran sungai tersebut, karena berpotensi berkembang menjadi aliran bahan rombakan atau banjir bandang saat debit air meningkat. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes tingkatkan surveilans hadapi ancaman banjir dan pandemi
Kamis, 24 September 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan sejumlah strategi untuk mengatasi ancaman banjir di te...
BNPB sampaikan peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan hadapi bahaya bencana hidrometeorologi
Kamis, 24 September 2020 - 07:09 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan arahan kepada pemerintah daerah di seluruh...
Status tanggap darurat pascabanjir bandang Sukabumi
Kamis, 24 September 2020 - 06:52 WIB
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang ya...
Banjir dan tanah longsor terjang enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya
Kamis, 24 September 2020 - 06:37 WIB
Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh Barat Daya, Provinsi ...
Angin kencang rusak sejumlah rumah dan tumbangkan pohon di Sukabumi
Rabu, 23 September 2020 - 20:12 WIB
Sejumlah rumah rusak dan pohon berukuran besar tumbang akibat disapu angin kencang disertai hujan de...
Awal pekan keempat September, bencana hidrometeorologi terjadi di beberapa tempat
Rabu, 23 September 2020 - 10:04 WIB
Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan beberapa kejadian ...
Wagub DKI minta 82 kelurahan siap hadapi kemungkinan banjir lebih cepat
Rabu, 23 September 2020 - 07:29 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga di 82 kelurahan segera bersiap menghadapi...
BPBD: Data sementara rumah terdampak banjir 289 unit
Selasa, 22 September 2020 - 20:58 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan dari hasil pen...
BNPB: 30 KK di Jakarta masih mengungsi akibat banjir
Selasa, 22 September 2020 - 14:10 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB...
BNPB: 49 RT terdampak banjir Jakarta
Selasa, 22 September 2020 - 10:50 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV