Kiri Kanan
MemoRI 03 Desember
3 Desember 1945: Perlawanan mati-matian 21 pemuda mempertahankan Gedung Sate
Elshinta
Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
3 Desember 1945: Perlawanan mati-matian 21 pemuda mempertahankan Gedung Sate
Gedung Sate di Bandung pernah menjadi saksi pertempuran sengit yang menewaskan tujuh pemuda. Foto: Ist - https://bit.ly/37pBvV2

Elshinta.com - 3 Desember 1945, terjadi peristiwa memilukan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak tujuh nyawa melayang karena berusaha mempertahankan Gedung Sate dari serbuan tentara Gurkha yang didukung oleh Belanda dan Inggris pada masa itu. 

Dulu, pada masa Hindia Belanda, Gedung Sate ini dikenal dengan istilah Gouvernements Bedrijven (GB), dengan ciri khasnya berupa ornament tusuk sate pada menara sentralnya, menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung.

Insiden pertempuran di Gedung Sate berawal setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan. Saat itu para pemuda pegawai Departemen PU tak mau ketinggalan dengan pemuda-pemuda lainnya di Kota Bandung. Gedung Sate, telah berhasil diambil alih oleh gerakan pemuda PU dari tangan Jepang.
 
Pada saat itu, kewajiban mereka selanjutnya adalah mempertahankan dan memelihara apa yang telah diambil alih itu, jangan sampai direbut kembali oleh musuh. 

Untuk dapat menyusun pertahanan yang kompak, maka gerakan pemuda ini lalu membentuk suatu seksi pertahanan yang dipersenjatai, antara lain berupa granat, beberapa pucuk bedil dan senjata api lainnya. Semua itu merupakan hasil rampasan dari tentara Jepang.

3 Desember 1945, dini hari, waktu itu kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum di Jalan Diponegoro 22 Bandung yang dikenal dengan Gedung Sate itu hanya dipertahankan oleh 21 orang.

Tiba-tiba datang menyerbu sepasukan tentara Sekutu/Belanda dengan persenjataan yang berat dan modern. Walaupun demikian, petugas yang mempertahankan Gedung Sate ini tak mau menyerah begitu saja. Mereka mengadakan perlawanan mati-matian dengan segala kekuatan yang dimiliki, tetap mempertahankan kantor yang akan direbut itu.

Mereka dikepung rapat dan diserang dari segala penjuru. Pertempuran yang dahsyat itu memang tidak seimbang. Pertempuran ini baru berakhir pada pukul 14.00 WIB. Dalam pertempuran tersebut diketahui dari 21 orang pemuda, 7 di antaranya hilang.

Satu orang luka-luka berat dan beberapa orang lainnya luka-luka ringan. Setelah dilakukan penelitian ternyata para pemuda yang hilang itu diketahui bernama, Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.

Semula memang belum diketahui dengan pasti, dimana jenazah dari ketujuh orang pemuda ini berada. Baru pada Agustus 1952, oleh beberapa bekas kawan seperjuangan mereka dicarinya di sekitar Gedung Sate, dan hasilnya hanya ditemukan empat jenazah yang sudah berupa kerangka. Keempat kerangka para suhada ini kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasa dari tiga orang lainnya yang kerangkanya belum ditemukan, telah dibuatkan dua tanda peringatan. Satu dipasang di dalam Gedung Sate dan lainnya berwujud sebuah Batu Alam yang besar ditandai dengan tulisan nama-nama ketujuh orang pahlawan tersebut yang ditempatkan di belakang halaman Gedung Sate.

Ketujuh pahlawan tersebut selanjutnya kini kita kenal sebagai Pahlawan Sapta Taruna. Gedung Sate sendiri kini menjadi salah satu objek wisata di Kota Bandung. 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
9 Desember 2013: Tragedi Bintaro jilid II
Senin, 09 Desember 2019 - 06:11 WIB
Kereta api rel listrik (KRL) Commuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang menabrak sebuah truk tangki P...
8 Desember 2015: Kebakaran hebat di Ramayana
Minggu, 08 Desember 2019 - 06:00 WIB
Kebakaran hebat melanda pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Provinsi ...
7 Desember 2016: Gempa besar guncang Pidie Jaya
Sabtu, 07 Desember 2019 - 06:03 WIB
Sebuah gempa besar berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada 7 Desember...
Jabar berawan potensi hujan hari ini
Jumat, 06 Desember 2019 - 09:37 WIB
Cuaca di wilayah Jawa Barat diprediksi berawan yang berpotensi terjadi hujan hari ini, Jumat (6/12).
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pagi ini
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:35 WIB
Wilayah Jabodetabek diprediksi akan terjadi hujan sedang hingga lebat.
Prakiraan cuaca DKI Jakarta dan sekitarnya hari ini
Jumat, 06 Desember 2019 - 07:07 WIB
Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sed...
6 Desember 2018: Gempa M 5,3 guncang Lombok, terasa hingga Bali
Jumat, 06 Desember 2019 - 05:53 WIB
Gempa dengan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis pagi, 6 Dese...
5 Desember 2002: Malam takbiran, bom meledak di McDonald`s Makassar
Kamis, 05 Desember 2019 - 06:11 WIB
Sebuah bom meledak di restoran cepat saji McDonald`s, Mal Ratu Indah, Makassar, Sulawesi Selatan, Ka...
4 Desember 2018: Penyelamatan dan evakuasi korban pembantaian KKSB
Rabu, 04 Desember 2019 - 06:13 WIB
4 Desember 2018, sekira pukul 07.00 WIT, Selasa sore, pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil mendud...
3 Desember 1945: Perlawanan mati-matian 21 pemuda mempertahankan Gedung Sate
Selasa, 03 Desember 2019 - 06:04 WIB
3 Desember 1945, terjadi peristiwa memilukan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak tuju...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)