Melayani Makan Siang, 103 Tertular Corona, Kini Restoran di Sydney Nyaris Bangkrut
Elshinta
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Melayani Makan Siang, 103 Tertular Corona, Kini Restoran di Sydney Nyaris Bangkrut
ABC.net.au - Melayani Makan Siang, 103 Tertular Corona, Kini Restoran di Sydney Nyaris Bangkrut

Pandemi COVID-19 tidak hanya merengut korban jiwa, tapi juga merugikan banyak bisnis di dunia, termasuk restoran yang dinyatakan sebagai lokasi penularan virus corona.

Padahal apa yang terjadi bukan karena kesalahan pemilik atau pengelola restoran, namun karena tak ada lagi pelanggan yang datang.

Seperti yang dialami sebuah restoran makanan Thailand di Sydney bernama Thai Rock yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 terbesar di ibukota New South Wales sejauh ini.

Restoran tersebut sudah dibuka kembali, namun hanya sedikit sekali pelanggan yang datang.

Bila keadaan terus berjalan seperti itu, pemiliknya, yakni Stephani dan David Boyd mengatakan mereka akan bangkrut dalam hitungan pekan.

Pasangan ini menutup restoran mereka di Wetherill Park tanggal 9 Juli, setelah seorang karyawan positif mengidap virus corona.

Dua bulan kemudian, setelah diketahui ada 103 kasus virus yang bermula dari tempat ini, membuat bisnis restoran mereka dalam keadaan sangat sulit.

Seminggu setelah dibuka kembali, restoran tersebut masih sepi.

"Kami sekarang hanya melayani sekitar 10 persen dari bisnis kami sebelum ditutup," kata Stephani

"Bila ini terus berlanjut selama empat minggu lagi, kami akan bangkrut."

Klaster kasus di restoran ini bermula hanya dari satu makan siang yang kemudian berkembang selama beberapa minggu.

"Ketika kami mendapat telepon pertama dari seorang staf, kami kemudian berusaha memastikan semua orang selamat dan sehat," kata Stephani.

"Namun ketika kami menjalani isolasi, disitulah kesedihan dan kenyataan mulai muncul."

Pada awalnya ada 15 orang yang dinyatakan tertular virus corona.

Namun jumlahnya terus meningkat, karena mereka yang makan di restoran tersebut kemudian menyebarkan ke yang lain.

"Setiap kasus baru, rasanya seperti sayatan baru dalam luka yang saya alami," kata Stephani.

"Saya melihat kasus baru diberitakan di media, di Facebook, dan air mata saya berlinang tanpa henti."

Tanggal 26 Juli, restoran kedua milik pasangan tersebut di Potts Point juga menyatakan adanya kasus COVID-19 dan kemudian menyebarkan ke enam orang lainnya dalam dua minggu.

Menteri Keuangan negara bagian New South Wales Dominic Perrottet sebelumnya memperkirakan perekonomian negara bagian terbesar di Australia tersebut akan menurun sebesar 10 persen di tahun ini.

Memang banyak bisnis lain yang terpengaruh oleh adanya pandemi ini, namun bagi Restoran seperti Thai Rock mengembalikan reputasi merupakan salah satu masalah yang juga harus dihadapi.

Komentar-komentar terutama dari media sosial beredar dimana-mana.

"Kami dibilang supaya mati sengaja dan masuk neraka," kata Stephani.

"Banyak yang menulis review buruk mengenai restoran kami di online, padahal restoran tutup saat itu untuk dibersihkan."

"Saya sampai tidak berani bangun tidur dan tiap hari menangis."

Stephani mengatakan ia akan sangat kecewa bila restoran itu nantinya harus ditutup, bisnis yang sudah dijalaninya selama delapan tahun terakhir.

Pemilik restoran ini sekarang sudah memasang kamera thermal untuk mengecek suhu tubuh setiap orang yang masuk ke Thai Rock.

Mereka juga menempatkan seorang staf khusus yang memantau apakah social distancing dipatuhi di dalam restoran, selain tentu juga disediakan hand sanitiser dan juga pembersihan teratur.

"Kami juga menyewa seorang ahli mikrobiologi untuk melakukan kunjungan mendadak dan mengecek seluruh restoran, kita juga menggunakan pembersih eletronik," kata David Boyd.

"Biayanya besar namun apalagi yang bisa kani lakukan, kami hanya bisa berusaha."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV