Khawatir Kesehatan Saya: Kondisi Petugas dan Lahan Pemakaman di Jakarta Saat Ini
Elshinta
Sabtu, 12 September 2020 - 09:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Khawatir Kesehatan Saya: Kondisi Petugas dan Lahan Pemakaman di Jakarta Saat Ini
ABC.net.au - Khawatir Kesehatan Saya: Kondisi Petugas dan Lahan Pemakaman di Jakarta Saat Ini

Nadi bin Eji sudah bekerja di taman pemakaman umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur sejak tahun 1997. Ia sudah sering menghadapi penguburan jenazah, tapi apa yang terjadi saat pandemi COVID-19 belum pernah ia alami sebelumnya.

  • Ada peningkatan jumlah penguburan yang drastis di tempat pemakaman umum di Jakarta semasa pandemi COVID-19
  • Keluarga yang ditinggalkan harus menerima protokol pemakaman yang berbeda sesuai aturan yang berlaku saat ini
  • Pencarian lokasi pemakaman baru perlu dilakukan secara hati-hati untuk menghindari penolakan warga seperti sebelumnya

"Pekan lalu kami menguburkan 201 orang dengan protokol COVID," ujarnya kepada ABC Indonesia.

Sebelum pandemi COVID-19, Nadi dan petugas lainnya hanya mengubur 70 sampai 80 jenazah setiap pekannya.

"Tentunya sedih melihat banyak yang dikuburkan saat ini, tapi saat ini saya lebih khawatir soal kesehatan dan imunitas saya," jelasnya.

TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur, yang berada di Jakarta Barat, adalah dua tempat penguburan bagi warga ibukota yang meninggal, atau diduga meninggal, karena virus corona.

Dalam beberapa pekan terakhir, Nadi mengatakan ia bisa mulai bekerja sejak pukul 7 pagi hingga malam hari, bahkan pernah sampai tengah malam.

"Bahkan saat lagi istirahat makan pun, kalau ada keluarga datang bawa jenazah, ya kita enggak bisa menolak," kata Nadi kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia.

Nadi juga mengaku ia merasa "minder" dan "khawatir" jika tetangganya kemudian berpikir ia bisa menularkan virus corona karena pekerjaannya.

Stigma terhadap mereka yang tertular atau pernah melakukan kontak dengan yang terjangkit virus corona menjadi salah satu tantangan menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebuah survei terbaru yang dibuat oleh para peneliti Universitas Indonesia menunjukkan setengah dari respondennya pernah menjadi "bahan gosip" saat mereka jatuh sakit.

Lahan kuburan di Jakarta akan kurang?

Jakarta hingga saat ini masih menjadi kota dengan angka penularan virus corona tertinggi di Indonesia dengan 11.245 kasus aktif menurut data Pemerintah Kota Jakarta hingga Rabu kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan mulai diberlakukan tanggal 14 September mendatang.

"Dengan melihat keadaan darurat ini tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat," ujarnya kepada wartawan.

"Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi, kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan … seperti awal dulu dan semua kegiatan harus kembali dilakukan di rumah," kata Anies.

Angka kematian di Jakarta telah mencapai 1.347, sementara total angka kematian di masa pandemi secara nasional sebanyak 8.336.

Jumlah warga Indonesia yang tertular virus corona telah melebihi angka 200.000 orang.

Nadi mengatakan sudah lebih dari 2.600 penguburan dilakukan di delapan kavling baru TPU Pondok Ranggon sejak pandemi dimulai pada Maret lalu.

Meski ia menolak memberitahu berapa sisa lahan kuburan yang tersedia, ia pernah mengatakan kepada Kompas.com jika TPU Pondok Ranggon hanya mampu menyisakan lahan untuk 1.100 jenazah.

"Ya bisa saja bulan Oktober habis, tapi itu kan tergantung berapa banyak orang yang meninggal," ujarnya saat dihubungi ABC Indonesia.

Potensi kekurangan lahan kuburan juga dilaporakan di sejumlah provinsi lainnya, seperti di TPU Keputih dan TPU Babat Jerawat di Surabaya dan TPU di kota Cimahi, Jawa Barat.

Gubernur Anies Baswedan telah menyangkal laporan jika Jakarta akan kekurangan lahan kuburan.

Senin lalu (7/09), Anies mengatakan jika pemerintahannya sudah memilih sejumlah lokasi alternatif untuk lahan kuburan baru.

"Semua lokasi dan lainnya sudah disiapkan sejak bulan Maret. Bahkan, pada Maret itu, sudah disiapkan alternatif tempatnya," kata Anies.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta tidak memberikan tanggapan saat diminta keterangan oleh ABC Indonesia soal hal ini.

Tapi Nadi berharap Pemerintah DKI Jakarta memilih lokasi dengan berhati-hati agar menghindari penolakan dari warga setempat.

"Di kota-kota lain saya dengar warganya pernah menolak keberadaan makam untuk menguburkan jenazah pasien COVID-19," katanya.

Jenazah disemprot disinfektan dan dimasukkan ke dalam peti

Lebih dari 100 dokter di Indonesia menjadi korban yang meninggal akibat virus corona sejak Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus COVID-19 pertama kalinya enam bulan lalu.

Salah satunya adalah dr Bambang Sutrisna, warga Jakarta yang meninggal pada akhir Maret.

"Seminggu setelah pemakaman Papa, baru hasilnya keluar dan diketahui Papa positif corona," ujar Leonita Triwachyuni, yang juga seorang dokter.

Pemakaman mendiang dr Bambang tetap menggunakan protokol COVID-19 sesuai imbauan pemerintah, meski saat itu statusnya masih Pasien Dalam Pengawasan.

"Setelah dipakaikan baju, jenazah Papa disemprot dengan disinfektan, kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang kedap air, ditutup, disegel, lalu dimasukkan ke peti," ujarnya.

"Petinya kemudian ditutup rapat, disemprot lagi dengan disinfektan, dan terakhir petinya dibungkus dengan plastik," kata dr Leonita kepada Hellena Souisa dari ABC Indonesia.

Saat pemakaman hanya keluarga inti dari dr Bambang yang diperkenankan datang ke pemakaman sesuai protokol COVID-19.

"Kami boleh hadir di pemakaman. Tapi kami tidak boleh mendekat atau menyentuh. Tidak ada kebaktian pemakaman. Kami berdoa saja masing-masing," ujarnya.

Tambahan laporan oleh Max Walden

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV