Tigerair Australia yang Pernah Bermasalah di Bali Berhenti Terbang Selamanya
Elshinta
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tigerair Australia yang Pernah Bermasalah di Bali Berhenti Terbang Selamanya
ABC.net.au - Tigerair Australia yang Pernah Bermasalah di Bali Berhenti Terbang Selamanya

Maskpai penerbangan asal Australia, yang dikenal dengan tiket murahnya, menghentikan operasinya setelah 13 tahun mengudara.

Keputusan penutupan perusahaan yang dimiliki kelompok maskapai Virgin Australia ini diumumkan Kamis malam kemarin (10/09).

Dalam pernyataan, Virgin menyebutkan keputusan sulit ini terpaksa diambil karena beratnya situasi yang dialami industri pariwisata di tengah pandemi.

"Tak bisa disangkal lagi saat ini merupakan masa-masa sulit bagi semua pihak dalam industri travel dan pariwisata," kata pernyataan itu.

Sementara untuk para pelanggan yang telah membeli tiket untuk penerbangan Tigerair bisa menggunakan kredit dari tiket yang sudah dibeli di maskapai penerbangan lain yang dioperasikan Virgin Australia.

Pernah bermasalah soal izin terbang ke Bali

Sebelum tahun 2017, ratusan warga Australia dari Melbourne, Adelaide, dan Perth terbang ke Bali setiap harinnya menggunakan Tigerair, seperti yang pernah dilaporkan kantor berita Reuters.

Namun tiga tahun lalu, Tigerair memutuskan menghentikan penerbangan ke Bali secara permanen, karena Pemerintah Indonesia saat itu menolak memberikan persetujuan regulasi yang diajukan maskapai tersebut.

Tigerair kemudian diminta untuk menyediakan regulasi alternatif oleh Pemerintah Indonesia, namun mereka mengaku setidaknya butuh enam bulan, sehingga memilih untuk menutup penerbangan ke Bali sepenuhnya.

Di bulan Januari 2017 saat musim liburan, Tigerair pernah mendapat sorotan setelah 700 penumpang Australia terdampar di Bali karena pembatalan penerbangan dikarenakan masalah persyaratan dan izin.

Masalah sebelum pandemi COVID-19

Rencana penghentian operasi Tigerair telah disampaikan pemilik baru Virgin Australia Bain Capital sejak awal Agustus lalu.

Virgin Australia menyatakan pihaknya akan mempertahankan izin operasi maskapai, sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan kembali jika industri pariwisata domestik sudah pulih.

Pada saat itu Direktur Utama Virgin Australia, Paul Scurrah menyatakan Tigerair harus melakukan pengurangan besar-besaran agar bisa bertahan terhadap pandemi COVID-19.

Paul memperkirakan perlu waktu tiga tahun sebelum pasar penerbangan domestik dan penerbangan internasional jarak dekat bisa kembali seperti sebelum pandemi.

Sebelum Bain Capital mengumumkan rencana ini, Tigerair sebenarnya telah mengalami kesulitan.

Sebanyak lima rute domestik Tigerair telah ditutup pada Februari lalu, setelah Virgin Australia mengumumkan kerugian sebesar 100 juta dolar dalam enam bulan sebelumnya.

Tigerair juga mengurangi sepertiga jumlah armadanya.

Menurut Paul penghentikan operasi Tigerair bukanlah keputusan yang mudah namun terpaksa diambil untuk mempertahankan perusahaan induknya.

Tigerair pertama kali mengudara di Australia pada tahun 2007 dengan rute penerbangan Melbourne ke tujuan wisata Gold Coast.

Sejak itu maskapai ini telah mengangkut sekitar 30 juta penumpang, termasuk penerbangan ke Bali.

Artikel ini diproduksi oleh Farid Ibrahim

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV