Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus
Elshinta
Sabtu, 12 September 2020 - 09:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus
ABC.net.au - Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus

Angka penularan virus corona di Indonesia, termasuk di ibukota Jakarta terus meningkat yang membuat pemerintah kembali membatasi aktivitas warganya.

Sementara di Melbourne, Australia, Pemerintah Victoria mengatakan jika lockdown yang lebih ketat sejak awal Agustus lalu telah menekan angka penularan.

Berikut rangkuman laporan pandemi COVID-19, termasuk dari India dengan penularan virus corona kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, serta Jerman, negara paling aman dari pandemi COVID-19 menurut sebuah lembaga riset sains dan teknologi.

Lockdown Melbourne diakui menekan penularan

Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne, menjadi satu-satunya wilayah di Australia yang memberlakukan lockdown paling ketat saat ini.

Seharusnya pembatasan sosial tahap empat terkait pandemi COVID-19, mencakup jam malam yang diberlakukan, berakhir akhir pekan besok.

Namun lockdown kembali diperpanjang meski sejumlah aturan telah dilonggarkan, seperti waktu berolahraga yang ditambah menjadi dua jam.

Dalam dua minggu terakhir, angka penularan virus corona di kawasan metropolitan Melbourne telah menunjukkan adanya penurunan.

Pimpinan negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews mengatakan strategi pemerintahannya dengan pembatasan aktivitas warga yang ketat telah menurunkan penularan.

"Secara umum kita melihat penurunan dan strategi ini berjalan," ujar Daniel.

"Dan ini berkat warga Victoria yang telah memberikan kontribusi yang kuat. Tapi kita harus terus berada di jalur ini," tambahnya.

Hingga Jumat siang negara bagian Victoria mencatat 43 kasus baru dan sembilan kematian di tengah pandemi COVID-19.

Jakarta menarik rem darurat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengatakan "tak ada pilihan lain selain menarik rem darurat" melihat kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Ibukota akan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 14 September.

Sejumlah kegiatan sosial, termasuk di rumah ibadah tidak boleh dibuka, transportasi umum dibatasi, kapasitas mobil pribadi diturunkan hingga 50 persen, seperti yang dijelaskan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Kamis kemarin.

Setidaknya tiga menteri terkait bidang ekonomi di kabinet pemerintahan Joko Widodo telah menyoroti keputusan Anies untuk memberlakukan kembali PSBB, seperti yang dilaporkan Kompas.com.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan menarik "rem darurat" akan berpengaruh pada perekonomian, sementara Menteri Perindustrian Agung Gumiwang Kartasasmita mengkhawatirkan keputusan tersebut akan menekan industri manufaktur yang menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian.

"Tapi yang perlu disampaikan bahwa pemerintah menilai kesehatan masyarakat suatu hal yang tidak bisa ditawar," ujar Agus dalam sebuah konferensi pers.

Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) mengatakan rumah sakit di Jakarta akan melampaui kapasitasnya bulan ini dan kematian bisa mencapai 3.000 hingga bulan Oktober, jika pemerintah tak mengambil sikap.

"Semakin lama kita tak melakukan apa-apa, semakin sulit untuk memerangi pandemi ini, semakin banyak berjatuhan korban," ujar Sulfikar.

Jerman: Lebih takut Trump

Secara keseluruhan, warga Jerman mendukung kebijakan pemerintahannya dalam menangani pandemi virus corona.

Walaupun sedang menghadapi krisis, survei terbaru di Jerman menemukan jika warga Jerman saat ini tidak setakut biasanya, seperti yang dikutip dari kantor berita Deutsche Welle.

Survei tahunan yang sudah dilakukan dalam 28 tahun terakhir oleh perusahaan asuransi terbesar di Jerman, yakni R+V, meneliti apa saja yang menajdi ketakutan warga yang tinggal di Jerman.

Hasil survei terbaru menunjukkan warga Jerman justru lebih takut terhadap kemungkinan Presiden Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat untuk yang kedua kalinya.

Partisipan survei tersebut antara lain 2.400 pria dan perempuan di Jerman berusia 14 tahun ke atas.

Mulai dari awal Juni 2019 hingga akhir Juli 2020, peneliti menanyakan warga tentang ketakutan terbesar mereka dalam bidang politik, ekonomi, pribadi, dan lingkungan.

"Warga Jerman tidak bereaksi panik terhadap pandemi," ungkap Brigitte Römstedt, kepala pusat informasi R+V.

Tapi ketakutan tentang Donald Trump menempati posisi teratas dari daftar hal yang paling ditakuti warga Jerman menurut temuan survei tersebut.

Tingkat penularan di India belum tunjukkan penurunan

Dengan lebih dari 90.000 kasus COVID-19 harian dalam sepekan, India belum menunjukkan tanda-tanda penularan akan berkurang.

Selama ini, Pemerintah India selalu mengatakan tingkat kematian di negaranya masih jauh lebih rendah dari Brazil, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa.

Namun, awal pekan ini, tingkat kematian negara tersebut telah mengalahkan Brazil.

Penularan gelombang kedua COVID-19 sudah mulai berlangsung di Delhi, sementara negara bagian Maharasthra masih kesulitan menekan jumlah penularan.

Rekor jumlah harian kasus di India disebabkan oleh meningkatnya jumlah testing, yaitu jutaan orang per hari.

Epidemiolog Tanmay Mahapatra mengatakan proyeksi saat ini menunjukkan tambahan jumlah kasus harian India akan mencapai puncaknya di antara angka 100.000 dan 150.000.

"Kemungkinan akan terjadi di akhir Oktober atau awal November," kata Dr Mahapatra.

Namun, para ahli berpendapat bahwa jumlah angka penularan virus corona di negara tersebut masih lebih tinggi dari yang kasus terkonfirmasi yang terekam, yaitu sebanyak 4,3 juta.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dan Natasya Salim

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV