Kisah Dendam di Balik Trump dan TikTok
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kisah Dendam di Balik Trump dan TikTok
CRI - Kisah Dendam di Balik Trump dan TikTok

Presiden AS Donald Trump mengancam bakal melarang TikTok. Hal ini sedikitnya membuktikan dua kenyataan.

Pertama, AS telah menyimpang dari nilai yang memuliakan AS pada waktu lalu.

Kedua, semangat inovasi dan pembaruan bukanlah hal unik yang dimiliki AS.

TikTok hanyalah sebuah peranti aplikasi

Yang menampilkan banyak video lucu

Yang membuat saya tertawa dan melupakan stres

Bagi warga AS, aplikasi ini barang kali telah memberikan jeda waktu yang relaks

Khususnya pada saat ketika jiwa banyak warga yang melayang di tengah pandemi COVID-19 dan ketika polemik tentang masker masih berlanjut

Saya dengar, tidak sedikit freelancer yang mencari nafkah hidup di TikTok

Sebuah bonus atau hadiah akan memperbaiki kehidupannya

Hal ini disambut baik karena pengangguran di AS kini terus memburuk

Hal ini juga membantu banyak talenta AS

Mereka memikat banyak penonton dalam waktu pendek melalui TikTok

Peluang ini mustahil disediakan oleh agensi tradisional

TikTok telah menjadi platform yang serba baru terutama bagi inovasi

Belum pernah satu pun aplikasi AS yang setara

Sekarang Presiden Trump ingin merampas peluang dari warga AS

Para pengguna TikTok terduga bersalah dalam “kampanye Tulsar”

Yang menjengkelkan Trump

Namun ini juga mungkin berkontribusi dalam mengurangi kematian akibat penularan virus corona di Oklahoma

Trump mungkin tidak suka topik Tag “Black Lives Matter” menjadi viral di TikTok

Akan tetapi ketidaksukaan itu melanggar Amandemen Pertama UUD AS

Jangan lupa, mereka selama ini terus mengecam orang lain menindas kebebasan bersuara

Presiden Trump mengatakan, melarang TikTok karena kaitannya dengan Tiongkok

Penasihat Perdagangannya secara terbuka menyerang TikTok mencuri data privasi

Dan berbagi datanya dengan pemerintah Tiongkok

Akan tetapi semua tuduhan itu tidak berlandaskan pada bukti apa pun

Penasihat perdagangan tersebut juga menyerang Tiongkok merekayasa virus corona jenis baru

Trump dan dan Mike Pompeo sama-sama berujar

Mereka telah melihat bukti terkait kebocoran virus dari sebuah laboratorium di Wuhan

Mereka menuduh Huawei akan menimbulkan ancaman

Tuduhannya dilontarkan sembarangan, tapi tidak disertai bukti

Asas praduga bersalah?

Bukan asas praduga tidak bersalah atau presumption of innocent?

Masa bodoh. Seperti apa yang dikatakan para ahli?

Sebuah artikel di Washington Post melakukan diskusi tentang hal ini

Salah satu kesimpulannya ialah data privasi yang diperoleh TikTok masih di bawah data yang diperoleh Facebook

TikTok tidak pernah berbuat hal-hal yang tidak terpuji

Sebaliknya, sama dengan aplikasi lainnya, hanya melakukan prosedur yang biasa-biasa saja

Dalam artikel itu ditulis bahwa “tiada bukti yang cukup yang membuktikan TikTok berbagi data privasi yang diperolehnya dengan pemerintah Tiongkok”

Majalah sains Wired bernada sama dalam salah satu kartikelnya

Para ahli menemukan bahwa adapun pengumpulan data pribadi

TikTok dan aplikasi media sosial lainnya “berada di kubu yang sama”

Bahkan berbuat lebih sedikit

Adapun bagaimana pemerintah Tiongkok menggunakan data pribadi

Masih tinggal praduga

Martin Luther King mengatakan, mengevaluasi baik atau buruknya seseorang, harus bertolak dari moralnya dan bukan warna kulit

Jadi mengapa kriteria mengukur sebuah perusahaan bukanlah apa yang dilakukannya melainkan dari mana asal usulnya?

Nampaknya asal usulnya adalah dosa bawaannya yang tak terluput

TikTok berusaha keras mewujudkan pedoman Of the people, by the people, for the people of America

Servernya berada di AS dan Singapura

Dan dikelola oleh CEO warga AS

Dia menciptakan lapangan kerja di AS

Membayar pajak kepada pemerintah AS

Melayani para konsumen AS

Akan tetapi kesemua itu masih tidak cukup

Sekarang TikTok didesak berpisah total dengan latar belakangnya dengan Tiongkok

Dengan kata lain seseorang dipaksa tidak berbakti kepada orangtuanya, melainkan berbakti kepada keluarga yang baru

Apalagi wajib membayar uang komisi

Namun bagaimana pun, TikTok adalah hasil inovasi warga Tiongkok

Sejumlah politikus AS menyerang Tiongkok yang mencuri HaKI AS

Sekarang penindasannya terhadap TikTok sama dengan mengakui

Bahwa inovasi bukan kepemilikan unik AS, warga Tiongkok juga bisa mempunyai akal yang bagus

Kalah bersaing lalu merampas?

TikTok mempunyai banyak pengguna

Dan kelaliman yang merampas kebahagiaan warga serupa ini

Pasti akan mendapat balasan setimpal dalam pemungutan suara pada 3 November mendatang

Ada orang yang mengatakan, Trump mengancam melarang TikTok untuk menyelesaikan sebuah masalah yang sudah tertimbun bertahun-tahun.

Yakni memotivasi semakin banyak pemuda memberikan suaranya di tempat pemungutan suara

Samar-samar saya terdengar seruan keras masyarakat yang berbunyi:

Give me TikTok or Give me death

Tanpa TikTok, rasanya sama seperti sudah tewas

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siasat Pihak AS untuk Mengekang Tiongkok dengan Isu Taiwan Bakal Temui Jalan Buntu
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri AS Keith Krach baru-baru ini berkunjung ke Taiwan Tiongkok. Ini merupakan ...
Xi Jinping: Tiongkok Bela Multilateralisme
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
KTT Peringatan 75 Tahun Berdirinya PBB hari Senin kemarin (21/9) digelar di New York. Presiden Tiong...
Xi Jinping: Kepentingan Bersama Berbagai Negara Hendaknya Diperluas
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
KTT Peringatan 75 Tahun Berdirinya PBB hari Senin kemarin (21/9) digelar di New York. Presiden Tiong...
Xi Jinping: Tak Boleh Tunduk pada Siapa Yang Lebih Kuat
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Senin (21/09), Presiden Tiongkok Xi Jinping berpidato dalam KTT Peringatan HUT ke-75 PBB yang digela...
Desa Hongguang Changchun sebagai Desa Padi Tempuh Jalan Baru Pertanian Modern
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Dengan irigasi air Sungai Yinma, penanaman padi Desa Hongguang Distrik Jiutai Kota Changchun Provins...
Tiongkok Beritahu kepada AS, Upaya Biarkan dan Dukung ‘Taiwan Merdeka’ Itu Pasti Gagal
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Berkenaan isu kunjungan pejabat AS ke Taiwan baru-baru ini, jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam j...
Direktur CMG: Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Wabah Global, Sumbangkan Kecerdasan dan Tenaga
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Komunitas Kerja Sama Internasional Televisi Jalur Sutra yang disponsori oleh China International Tel...
Shen Haixiong: Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Wabah Global, Sumbangkan Kecerdasan dan Tenaga
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Direktur CMG Shen Haixiong baru-baru ini mengimbau media internasional untuk bertindak secara inisia...
Shindo Eiichi: Menuju Era Pasca Wabah Covid-19
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
Komunitas Kerja Sama Internasional Televisi Jalan Sutera yang didirikan  China Media Group (CMG...
Wang Yiwei: Lakukan dengan Baik Diplomasi Publik Wabah Covid-19
Rabu, 23 September 2020 - 12:28 WIB
China Media Group (CMG) pada bulan April lalu mensponsori kegiatan “Inisiatif Aksi Wadah Pemik...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV