Obyek Wisata Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom Etnis Manchu
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Obyek Wisata Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom Etnis Manchu
CRI - Obyek Wisata Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom Etnis Manchu

Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom etnis Manchu Hengren adalah sebuah taman dengan hutan belantara dan gunung tinggi, di sana terdapat hamparan rerumputan subur dan sungai yang malang melintang. Suhu udara rata-rata daerah ini hanya berkisar pada 23 derajat Celsius.

“Ketika saya masuk kerja di sini pada 1981, penebangan pohon dilakukan setiap hari, dan merasa hal itu sangat normal. Sekarang tidak tega melihat sebatang pohon yang jatuh,” demikian dituturkan Li Hongsheng pada pagi 26 Juli 2020 ketika melakukan patroli di hutan Li Hongsheng adalah seorang pelindung hutan konservasi yang berusia 58 tahun.

Pada 8 tahun yang lalu, hutan sini adalah tempat utama penghasil kayu di kabupaten Hengren. Pohon demi pohon ditebang, namun gaji bulannya hanya sebesar 1.500 yuan. Sekarang daerah ini diubah menjadi obyek wisata atau taman hutan kelas 4A yang dikunjungi banyak turis setiap tahun. “Pekerjaan ini lumayan, tidak melelahkan, tapi gajinya berkali lipat,” kata Pak Li.

“Dulu kami hanya tahu menebang pohon. Setiap tahun sebanyak 8000 batang pohon yang ditebang. Akhirnya hutan belantara ditebang habis, dengan gajinya sayup-sayup.”

Dulu 80 persen keluarga di sekitarnya adalah keluarga miskin dengan gaji bulanannya hanya ratusan yuan.

Pada 2002, kabupaten Hengren memberhentikan usaha penebangan pohon untuk tujuan komersial.

Perubahan terjadi sejak Wang Ligong dilantik sebagai Direktur Jawatan Kehutanan Kabupaten Hengren. Atas sarannya, hutan belantara dijadikan tempat konservasi dan taman hutan.

Sejak itulah penghijauan dilakukan secara besar-besaran di pegunungan. Dibangun pula jalan dan tempat parkir tanpa merusak hutan.

Pada 6 September 2013, Taman Hutan dengan namanya Lembah Fenglingu resmi dibuka dengan penghasilannya pada tahun itu mencapai 2 juta yuan. Sejak Taman Fenglingu diresmikan sebagai obyek wisata tingkat nasional kelas 4A, semakin banyak wisatawan yang tertarik ke sini, sehingga penghasilannya meningkat berkali lipat. Hingga 2019, pendapatan yang diperoleh taman ini sebesar 53 juta yuan.

Perkembangan taman itu juga membawa perkembangan daerah di sekitarnya. Beberapa tahun yang lalu, Desa Xiangyang dan Desa Heping di sekitarnya masih diidentifikasi sebagai dua desa termiskin, namun sekarang warga di kedua desa itu sudah menjadi kaya dengan terdorong industri pariwisata.

Pada 2019, dari 1801 warga setempat terdapat 1.243 orang yang terlibat dalam usaha pariwisata setempat. Pendapatan per kapita seluruh desa pada 2013 mencapai 23 ribu yuan dari 5000 yuan semula.

Menurut keterangan, pada 2019, total 23 desa miskin melakukan kerja sama dengan obyek wisata Taman Fenglingu. Penghasilan yang diperoleh desa-desa itu sebesar 633 ribu yuan, dengan 838 orang dari 419 keluarga mendapat manfaat. Pada 2020, ditambah lima kecamatan yang melakukan kerja sama dengan taman tersebut, dengan total dana pengentasan kemiskinan sebesar 21,36 juta yuan. Diperkirakan sebanyak 1000 kepala keluarga akan mendapat keuntungan dari kerja sama tersebut.

Selain itu, taman Fengligu masih berencana memperluas kerja samanya dengan semakin banyak desa yang miskin, dengan harapan memberikan manfaat kepada semua penduduk miskin di daerah di sekitarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
CIFTIS Merupakan Aktivitas Internasional Pasca Wabah ke-1 Yang Diselenggarakan Tiongkok
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Pekan Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok CIFTIS 2020 selama 6hari ditutup di Beijing kemarin (9...
Kemlu Tiongkok Rilis Dokumen Berpendirian Tiongkok Berkenaan 75 Tahun Berdirinya PBB
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Kementerian Luar Negeri Tiongkok hari ini (10/9) mengemukakan Dokumen Berpendirian Tiongkok Berkenaa...
Pertemuan Pemimpin Tiongkok, Jerman dan Uni Eropa Diharapakan Menambahkan keyakinan dan Dinamika kepada Ekonomi Dunia Pasca Wabah
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian hari ini (10/9) menyatakan, Pertemuan Virtual Tiongkok, Jerman dan ...
CIFTIS Manifestasikan Langkah Keterbukaan Tiongkok Yang Tak Berhenti untuk Selama-lamanya
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Pekan Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok CIFTIS hari Kamis kemarin (9/9) ditutup. Sebagai aktiv...
Xi Jinping dan Guru-gurunya
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Hari ini, tanggal 10 September, adalah Hari Guru Tiongkok. 17 juta guru Tiongkok menyongsong hari ra...
Retno: Inilah rahasia kebangkitan ekonomi Tiongkok pasca wabah Covid-19
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Di depan Rakornas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) secara virtual kemarin (10/9), Menteri...
Tuo Xiuying, Gadis Muslim Tiongkok Masuki Universitas
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Tuo Xiuying, seorang gadis etnis Dongxiang yang beragama Islam di Komune Yagou Desa Dashu Kabupaten ...
Kemlu Tiongkok Bantah Pernyataan Pompeo Yang ‘Prihatin dan Khawatir’ pada Operasi Kapal Nelayan Tiongkok di Laut Lepas
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Berkenaan opini tak layak dari Menlu AS Mike Pompeo baru-baru ini tentang opreasi kapal nelayan Tion...
Perusahaan Swasta Tiongkok Menuju Luar Negeri dengan Semakin Baku dan Rasional
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
‘Laporan Riset Top 500 Perusahaan Swasta Tiongkok 2020’ yang diumumkan hari Kamis kemari...
Menlu Tiongkok dan India Capai Lima Kesepahaman
Jumat, 11 September 2020 - 15:47 WIB
Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri India Subra...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV