Produksi Chip Huawei akan Berhenti pada 15 September
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Produksi Chip Huawei akan Berhenti pada 15 September
VOA Indonesia - Produksi Chip Huawei akan Berhenti pada 15 September
Produksi chip Kirin yang dibuat oleh para pakar teknik perusahaan China, Huawei, akan berhenti tanggal 15 September, karena chip-chip itu dibuat oleh kontraktor yang memerlukan teknologi manufakturing AS, kata Richard Yu, presiden unit konsumen perusahaan. Ia mengatakan Huawei tidak punya kemampuan untuk membuat chipnya sendiri. “Ini merupakan kerugian besar bagi kami,” tambah Yu dalam sebuah konferensi industri, China Info 100, hari Jumat. Yu mengatakan, penjualan telepon pintar (smartphone) tahun ini mungkin akan turun dibanding tahun 2019 yang mencapai 240 juta unit, tanpa memberi rincian. Perusahaan itu tidak segera menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Sabtu. Huawei mempunyai 180.000 pegawai dan satu dari perusahaan yang terbesar anggaran penelitian dan pengembangannya di dunia, lebih dari $15 milyar setahun. Tetapi, seperti kebanyakan perusahaan teknologi dunia, Huawei mengandalkan produksinya pada kontraktor. Sebelumnya Huawei mengumumkan angka penjualannya di dunia naik 13.1% dibanding tahun lalu, sampai 454 milyar yuan ($65 milyar) untuk paruh pertama tahun 2020. Yu menambahkan, itu disebabkan karena penjualan yang laris dari produk-produk kelas atas, tetapi tidak memberikan rincian. [ps/ii]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelaku Serangan di Paris Mengaku Menarget Kantor Charlie Hebdo
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pihak berwenang Perancis mengatakan seorang lelaki yang Jumat lalu diduga menikam dua orang di Paris...
Jumlah Kasus Covid-19 di India Mencapai Enam Juta
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Jumlah kasus virus corona di India mencapai enam juta pada hari Senin (28/9). Negara dengan jumlah k...
500 Ditangkap dalam Protes-protes Akhir Pekan di Belarus
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Polisi di Belarus menangkap 500 demonstran pada akhir pekan, sementara protes-protes menentang Pres...
Penduduk Lokal Tasmania Selamatkan Pohon Kayu Putih dari Kepunahan 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Di dataran tinggi tengah Tasmania, muncul kekhawatiran terhadap nasib pohon cider gum atau kayu puti...
Jumlah Korban Tewas dalam Konflik Armenia-Azerbaijan Bertambah
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) memicu retorika permusuha...
Anggota Parlemen Perempuan Inggris Dituduh Lecehkan Seorang Perempuan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Seorang anggota oposisi parlemen Inggris pada Senin (28/9) didakwa melecehkan seorang perempuan, kat...
Kambing Bantu Berantas Rumput Liar di Taman Kota New York
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Para pengunjung taman di kota New York disuguhi pemandangan yang tidak biasa pada minggu awal Septem...
DPR Desak Pemerintah Kecam Penghancuran 16 Ribu Masjid di China 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk menyampaikan kecaman dan keprihatinan terhad...
Lonjakan Covid-19 di Israel, Yerusalem Tercatat sebagai Pusat Penularan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Kota tua Yerusalem tercatat sebagai pusat penularan virus selagi Israel menjadi salah satu negara ya...
Bisnis Katering di Tepi Barat Beralih ke Mobil Kedai di Tengah Pandemi
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dari hotdog hingga kopi. Pebisnis makanan dan minuman di Tepi Barat, Palestina, kini mengandalkan mo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV