Operator Kapal Jepang Minta Maaf atas Tumpahan Minyak di Mauritius
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Operator Kapal Jepang Minta Maaf atas Tumpahan Minyak di Mauritius
VOA Indonesia - Operator Kapal Jepang Minta Maaf atas Tumpahan Minyak di Mauritius
Pemilik kapal Jepang yang kandas di lepas Mauritius dan menumpahkan 1.000 metrik ton minyak mentah, meminta maaf atas apa yang disebut para aktivis lingkungan sebagai bencana ekologi besar.  "Kami meminta maaf sedalam-dalamnya atas masalah besar yang telah kami timbulkan," kata Akihiko Ono, kepala Mitsui OSK Lines, pada Minggu (9/8) di Tokyo. Ono berjanji perusahaan itu akan "melakukan segala upaya untuk mengatasi isu itu." Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengumumkan akan mengirim tim bantuan bencana ke Mauritius. "Kami harap bantuan ini akan membantu memulihkan lingkungan Mauritius dan mencegah polusi kelautan," kata kementerian itu. Perancis juga mengirim bantuan. Pulau Mauritius yang ada di Samudra Hindia itu merupakan bekas koloni Perancis. Perdana Menteri Mauritius Pravind Jugnauth telah menyatakan keadaan darurat dan meminta lebih banyak bantuan internasional. Dia mengatakan tumpahan minyak itu berbahaya bagi pulau yang sangat bergantung pada pariwisata dan telah terdampak pembatasan perjalanan akibat virus corona. [vm/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelaku Serangan di Paris Mengaku Menarget Kantor Charlie Hebdo
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pihak berwenang Perancis mengatakan seorang lelaki yang Jumat lalu diduga menikam dua orang di Paris...
Jumlah Kasus Covid-19 di India Mencapai Enam Juta
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Jumlah kasus virus corona di India mencapai enam juta pada hari Senin (28/9). Negara dengan jumlah k...
500 Ditangkap dalam Protes-protes Akhir Pekan di Belarus
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Polisi di Belarus menangkap 500 demonstran pada akhir pekan, sementara protes-protes menentang Pres...
Penduduk Lokal Tasmania Selamatkan Pohon Kayu Putih dari Kepunahan 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Di dataran tinggi tengah Tasmania, muncul kekhawatiran terhadap nasib pohon cider gum atau kayu puti...
Jumlah Korban Tewas dalam Konflik Armenia-Azerbaijan Bertambah
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) memicu retorika permusuha...
Anggota Parlemen Perempuan Inggris Dituduh Lecehkan Seorang Perempuan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Seorang anggota oposisi parlemen Inggris pada Senin (28/9) didakwa melecehkan seorang perempuan, kat...
Kambing Bantu Berantas Rumput Liar di Taman Kota New York
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Para pengunjung taman di kota New York disuguhi pemandangan yang tidak biasa pada minggu awal Septem...
DPR Desak Pemerintah Kecam Penghancuran 16 Ribu Masjid di China 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk menyampaikan kecaman dan keprihatinan terhad...
Lonjakan Covid-19 di Israel, Yerusalem Tercatat sebagai Pusat Penularan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Kota tua Yerusalem tercatat sebagai pusat penularan virus selagi Israel menjadi salah satu negara ya...
Bisnis Katering di Tepi Barat Beralih ke Mobil Kedai di Tengah Pandemi
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dari hotdog hingga kopi. Pebisnis makanan dan minuman di Tepi Barat, Palestina, kini mengandalkan mo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV