Presiden Mauritania Bentuk Pemerintahan Baru
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Presiden Mauritania Bentuk Pemerintahan Baru
VOA Indonesia - Presiden Mauritania Bentuk Pemerintahan Baru
Seorang pejabat tinggi mengatakan, Minggu (9/8), Presiden Mauritania menunjuk pemerintahan baru setelah nama beberapa mantan menteri muncul dalam laporan mengenai transaksi keuangan mantan presiden Mohamed Ould Abdel Aziz. Adama Bocar Soko, sekjen kepresidenan Mauritania, mengatakan kepada wartawan di Ibu Kota Nouakchott bahwa langkah itu akan memungkinkan mereka yang namanya disebut dalam laporan untuk memiliki "waktu yang diperlukan guna membuktikan bahwa mereka tak bersalah." Langkah itu diambil setelah Presiden Mohamed Ould Cheikh El Ghazouani mengumumkan perombakan kabinet dan mengganti perdana menterinya pada Kamis (6/8), dengan alasan yang tak diungkap ketika itu. Pengumuman pada Minggu (9/8) tersebut menandai pertama kalinya kantor Ghazouani telah mengakui bahwa alasan di balik perombakan kabinet itu adalah laporan kontroversial mengenai Aziz. Sebuah komite parlementer beranggotakan sembilan orang yang didirikan Januari, ditugaskan untuk menyelidiki aspek-aspek masa jabatan Aziz dari 2008 hingga 2019. Isu-isu yang diselidiki termasuk penanganan pemasukan minyak, penjualan properti milik negara di Nouakchott, dan likuidasi perusahaan makanan milik negara, menurut para pejabat parlemen. [vm/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelaku Serangan di Paris Mengaku Menarget Kantor Charlie Hebdo
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pihak berwenang Perancis mengatakan seorang lelaki yang Jumat lalu diduga menikam dua orang di Paris...
Jumlah Kasus Covid-19 di India Mencapai Enam Juta
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Jumlah kasus virus corona di India mencapai enam juta pada hari Senin (28/9). Negara dengan jumlah k...
500 Ditangkap dalam Protes-protes Akhir Pekan di Belarus
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Polisi di Belarus menangkap 500 demonstran pada akhir pekan, sementara protes-protes menentang Pres...
Penduduk Lokal Tasmania Selamatkan Pohon Kayu Putih dari Kepunahan 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Di dataran tinggi tengah Tasmania, muncul kekhawatiran terhadap nasib pohon cider gum atau kayu puti...
Jumlah Korban Tewas dalam Konflik Armenia-Azerbaijan Bertambah
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) memicu retorika permusuha...
Anggota Parlemen Perempuan Inggris Dituduh Lecehkan Seorang Perempuan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Seorang anggota oposisi parlemen Inggris pada Senin (28/9) didakwa melecehkan seorang perempuan, kat...
Kambing Bantu Berantas Rumput Liar di Taman Kota New York
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Para pengunjung taman di kota New York disuguhi pemandangan yang tidak biasa pada minggu awal Septem...
DPR Desak Pemerintah Kecam Penghancuran 16 Ribu Masjid di China 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk menyampaikan kecaman dan keprihatinan terhad...
Lonjakan Covid-19 di Israel, Yerusalem Tercatat sebagai Pusat Penularan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Kota tua Yerusalem tercatat sebagai pusat penularan virus selagi Israel menjadi salah satu negara ya...
Bisnis Katering di Tepi Barat Beralih ke Mobil Kedai di Tengah Pandemi
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dari hotdog hingga kopi. Pebisnis makanan dan minuman di Tepi Barat, Palestina, kini mengandalkan mo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV