Isu Masjid Babri Menjadi Kemenangan Politik Bagi Hindu-Nasionalis India
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Isu Masjid Babri Menjadi Kemenangan Politik Bagi Hindu-Nasionalis India
DW.com - Isu Masjid Babri Menjadi Kemenangan Politik Bagi Hindu-Nasionalis India

Perdana Menteri India dijadwalkan meletakan batu pertama untuk pembangunan kuil di atas lahan bekas masjid Babri di Ayodhya, Rabu (5/8). Area tersebut sejak lama menjadi rebutan minoritas muslim dan warga mayoritas Hindu.

Situs masjid Babri di Ayodhya termasuk isu komunal paling kontroversial sejak 30 tahun terakhir. Peletakan batu pertama bagi kuil Rama di area tersebut dianggap sebagai kemenangan politik bagi pemerintahan Hindu-Nasionalis di India.

Modi dikritik lantaran dinilai sedang berusaha mengubah India menjadi negara Hindu. Dalam prosesnya, pemerintah India tidak segan menggunakan kebijakan otoriter, terutama terhadap 200 juta minoritas muslim.

“Modi tidak diragukan adalah pemimpin India yang paling banyak melakukan perubahan,” dalam beberapa dekade terakhir, kata Michael Kugelman dari Wilson Center. “Ini membuatnya sangat populer, tetapi juga sangat kontroversial,” imbuhnya.

Kota suci Ayodhya di utara India merupakan sumber konflik dalam hubungan antarumat di India dan berulangkali memicu aksi kekerasan sektarian yang termasuk paling parah dalam sejarah.

Klaim sejarah sebagai landasan moral

Warga Hindu meyakini Rama dilahirkan di Ayodhya, yang kala itu merupakan ibu kota Kerajaan Kosala, 7.000 tahun silam. Namun pada abad ke 16, sebuah masjid dibangun di atas lahan yang diyakini merupakan tempat kelahiran sang dewa perang.

Pada 1980-an, sebuah gerakan Hindu muncul untuk mengkampanyekan penutupan masjid. Pada 1992 sekelompok orang berusaha merubuhkan masjid Babri dengan tangan dan alat seadanya. Aksi ini memicu kerusuhan yang menewaskan 2.000 orang, kebanyakan warga muslim.

Perebutan situs masjid Babri lalu berlanjut ke ranah hukum. Akhirnya November 2019 silam, Mahkamah Agung India mengabulkan gugatan pemerintah dan menyerahkan situs tersebut bagi warga Hindu, serta mengizinkan pembangunan kuil “yang tingginya menyentuh langit.”

“Putusan tersebut merupakan kemenangan besar bagi Modi. Dia membetoni posisinya secara permanen dalam buku sejarah, hanya dari nilai politik kuil ini,” kata penulis biografi Narendra Modi, Nilanjan Mukhopadhyay.

Isu lain yang dimanfaatkan Modi adalah Kashmir yang terbagi dua antara India dan Pakistan sejak 1947. Agustus 2019 silam, pemerintah India mencabut status otonomi khusus bagi Kashmir dan mengirimkan militer untuk mencegah aksi protes. Sambungan internet juga dipadamkan selama lebih dari satu tahun.

Marjinalisasi minoritas muslim di India

Di Kashmir, warga India kini untuk pertamakalinya diberikan hak untuk membeli lahan dan rumah, serta mengisi jabatan di pemerintahan lokal. Kebijakan ini dikhawatirkan akan mengubah demografi Kashmir, serupa yang dilakukan Israel di Tepi Barat Yordan.

“Apa yang saya lihat sedang terjadi adalah dijalankannya sebuah proyek pemukiman Hindu,” ujar Mona Bhan dari Syracuse University, Amerika Serikat.

Manuver politik Modi untuk mendulang dukungan kaum Hindu-Nasionalis juga terlihat pada UU Keimigrasian yang menjamin suaka bagi minoritas agama di negeri jiran, kecuali muslim.

Selain itu pemerintah juga mewajibkan pendataan kewarganegaraan dalam bentuk National Register of Citizens (NRC) yang mewajibkan penduduk membuktikan kewarganegaraan India. Hal ini dikhawatirkan akan melucuti status kewarganegaraan penduduk muslim, yang miskin dan tidak memiliki dokumen kependudukan.

Keampuhan NRC bisa dilihat di negara bagian Assam, di mana “daftar kewarganegaraan” yang diumumkan pasca proses penyaringan untuk NRC, tidak mencantumkan nama jutaan warga muslim yang sudah tinggal di sana lintas generasi. Mereka nantinya dikategorikan sebagai warga asing dan akan diinapkan di kamp-kamp penampungan yang sudah mulai dibangun di seluruh India.

Partai Bharatiya Janata yang berkuasa juga dikabarkan sedang menggodok ulang hukum perdata, yang bakal menciutkan ranah hukum agama untuk minoritas muslim seperti dalam isu pernikahan, keluarga dan kematian.

“Sudah jelas, agenda Hindu-Nasionalis sedang dijalankan dalam tempo yang cepat,” kata Kugelman yang pakar politik Asia Selatan dari Wilson Center. “Pemerintah di New Delhi tahu, ada sejumlah pekerjaan rumah besar terkait ekonomi dan pandemi. Tapi dengan fokus pada agenda sosial, mereka bisa mengalihkan perhatian para pemilih dan malah mendulang dukungan politik.”
rzn/as (afp, rtr)
      
   
      




PM India Narendra Modi akhirnya meresmikan pembangunan kuil Rama di atas lahan bekas masjid Babri. Politisasi konflik agama di India ciptakan dukungan elektoral bagi pemerintah, di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selebriti Papan Atas Juga Tak Luput dari Infeksi Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Dari bintang Hollywood hingga Bollywood, berikut sederet selebriti yang positif terinfeksi COVID19. ...
Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Pengadilan di Münster, Jerman pada hari Rabu (23/09) memutuskan bahwa masjid di Oer-Erkenschwick di...
Wanita Berleher Panjang Thailand Berjuang Selama Pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Larangan perjalanan selama pandemi COVID-19 menghancurkan industri pariwisata yang vital bagi Thaila...
Anwar Ibrahim Beberkan Rencana
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
"Secara meyakinkan, kami memiliki mayoritas yang kuat dan hebat. Saya tidak berbicara tentang e...
Menlu Jerman Heiko Maas Harus Lakukan Karantina Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menlu Jerman Heiko Maas harus dikarantina setelah salah satu pengawalnya tertular virus corona, kata...
Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer membebastugaskan Direktur Badan Intelijen Milit...
Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Perwakilan Cina dan Amerika Serikat (AS) saling beradu mulut terkait isu pandemi virus corona, dalam...
Inovator 353
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Revolusi hijau transportasi laut dengan teknologi mesin hibrida, potensi dan bahaya teknologi rekaya...
Inovator 354
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Teknologi sensor percepat rehabilitas pasien Stroke, kapas canggih bantu perangi bencana pencemaran ...
Inovator 355
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Terbang dengan pikiran berkat Neurobiologi, listrik bersih untuk Filipina yang lapar energi dan kriy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV