Keresahan Umat Islam di Yunani Setelah Perubahan Status Hagia Sophia
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Keresahan Umat Islam di Yunani Setelah Perubahan Status Hagia Sophia
DW.com - Keresahan Umat Islam di Yunani Setelah Perubahan Status Hagia Sophia

Upaya untuk membuka masjid resmi yang diizinkan pemerintah di Athena, sudah berlangsung sejak tahun 2007. Athena adalah satu-satunya ibu kota Eropa yang belum memiliki masjd resmi. Namun rencana itu mendapat tentangan dari gereja Ortodoks yang berpengaruh di Yunani, juga dari kelompok-kelompok nasionalis.

"Saya rasa setelah kejadian (perubahan status Hagia Sophia) ini, bahkan mungkin lebih sulit untuk membuka masjid yang telah kami tunggu selama sepuluh tahun," kata Imam Atta-ul Naseer, yang mengelola sebuah masjid darurat di sebuah apartemen di pusat kota Athena, sebagaimana dikutip dari AFP.

Di Turki, Hagia Sophia, sebuah keajaiban arsitektur abad ke-6 yang saat itu berfungsi sebagai gereja berubah menjadi masjid pada tahun 1453 setelah penaklukan Konstantinopel oleh Kekaisaran Utsmaniyah. Pada tahun 1934, pendiri Republik Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, mengubah monumen itu menjadi museum sebagai simbol Turki yang sekuler. Tetapi pada bulan Juli lalu, pengadilan tinggi Turki memutuskan pembatalan keputusan tahun 1934 tersebut dan membuka jalan bagi Hagia Sophia untuk diubah kembali menjadi masjid. Yunani termasuk negara paling vokal menentang perubahan status Hagia Sophia tersebut.

"Saya rasa sebuah masjid harus tetap menjadi masjid. Seharusnya tidak menjadi sebuah gereja atau apa pun. Sama seperti orang Kristen mengharapkan Hagia Sophia untuk tetap menjadi sebuah gereja, umat Islam mengharapkan hal yang sama," kata Imam Naseer.

Dilansir dari AFP, sebuah masjid resmi tanpa menara dan berada di bawah pengawasan negara Yunani, diperkirakan akan dibuka di Athena pada akhir musim gugur tahun ini di distrik industri Elaionas, timur laut Athena.

Namun sebelum masjid tersebut diresmikan, guna memenuhi kebutuhan komunitas muslim yang diperkirakan berjumlah hampir 300.000 orang, sejumlah masjid darurat di Athena didirikan untuk sementara waktu. Masjid-masjid darurat ini dapat ditemukan di apartemen, ruang bawah tanah dan bahkan gudang.

Terhalang ketegangan dua negara

Naseer percaya bahwa masjid-masjid Utsmaniyah yang bersejarah di Athena, seperti yang berada di alun-alun pusat monastiraki yang telah diubah menjadi museum, bisa berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sendiri telah mengusulkan hal ini kepada para pemimpin Yunani.

Tetapi masalah ini cukup rumit di negara yang pernah diduduki oleh Kekaisaran Utsmaniyah selama berabad-abad, sebelum mendapatkan kembali kemerdekaannya pada abad ke-19. Di Yunani, sentimen anti-Turki tetap kuat dan ketegangan saat ini antara kedua negaraterkait soal migrasi dan eksplorasi energi di Mediterania timur, semakin memperkuat permusuhan. "Dalam hati Yunani, muslim masih dikaitkan dengan penjajah Turki," catat Naseer.

Tinggal di Yunani selama tujuh tahun terakhir, imam kelahiran Pakistan ini mengaku menghadapi rasisme dan terkadang bahkan kekerasan oleh militan neo-Nazi. "Tetapi secara umum, orang Kristen dan muslim hidup bersama secara damai," katanya kepada AFP.

Aturan ketat dalam pendirian rumah ibadah resmi

Dalam upaya untuk mengelola masjid darurat, Yunani menetapkan aturan operasional yang ketat. Pengelola masjid harus mendaftarkan nama perwakilan agama dan latar belakangnya, jumlah jamaah reguler dan sumber pendapatan lembaga.

Ruang salat juga harus memenuhi standar keselamatan, yang mencakup alarm kebakaran, fasilitas sanitasi, dan pintu keluar darurat. "Prosedurnya rumit dan butuh waktu. Beberapa masjid telah memperoleh izin dari kementerian," kata Naseer.

Di kawasan yang banyak dihuni warga keturunan Pakistan di Athena, sebuah pintu hijau tampak menonjol di jalur pusat perbelanjaan: inilah pintu masuk ke Masjid Al Jabbar.

Imam Bangladesh Abu Bakar dengan bangga menunjuk ke arah dokumen kementerian yang terpampang di dinding. "Sejak 2017, kami telah beroperasi secara legal," katanya. "Masjid resmi yang akan dibuka di Yunani jauh dari pusat Athena di mana banyak pengungsi muslim tinggal dan bagaimanapun hanya dapat menampung 350 orang."

"Masjid yang tidak resmi tetapi legal, seperti milik kami, akan tetap diperlukan bagi umat muslim yang ingin mempraktikkan keyakinan mereka di Athena," kata Abu Bakar.

Satu-satunya masjid yang berasal dari era Utsmaniyah dan saat ini beroperasi di Yunani terletak di wilayah perbatasan dengan Turki, yakni di Thrace, yang menjadi rumah bagi sekitar 150.000 penduduk minoritas Turki.

ap/ae (AFP)



Setelah Turki mengubah museum Hagia Sophia Istanbul kembali ke masjid, umat Islam di Athena cemas peresmian tempat ibadah yang telah tertunda lebih dari satu dekade akan semakin mundur.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
SARS-CoV-2: Kenapa Proses Kilat Pengembangan Vaksin Tidak Berisiko
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Lebih dari 170 kandidat vaksin SARS-CoV-2 sedang dikembangkan. Tujuh di antaranya sudah memasuki fas...
Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyetujui pernyataan yang mem...
Cara Dunia Cegah Perang Harga Vaksin COVID-19: Bagaimana dengan Indonesia?
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Ketika Jonas Salk menemukan vaksin polio tahun 1953, Jonas Salk tidak mematenkan vaksin polio terseb...
Instalasi Multimedia Singkirkan Sejarah Kelam Perang Dunia II
Selasa, 29 September 2020 - 10:03 WIB
Sejarah kelam Perang Dunia II di kota Bordeaux masih hantui sisa-sisa galangan kapal selam. Hingga a...
Masa Pandemi Corona: Tantangan bagi Teokrasi Iran
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Kekecewaan menyelimuti warga Syiah di Iran. Mereka tidak diizinkan untuk ambil bagian dalam prosesi ...
Kekerasan Seksual di Mesir: Melawan Budaya Diam
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
“Dia menjambak rambut saya dan melemparkan saya ke lantai. Dia membuka kancing celana. Saya me...
Cendekiawan di Jerman Keluhkan Sikap Permusuhan Terhadap Muslim
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Para akademisi Islam di Jerman lainnya mengeluhkan meningkatnya permusuhan terhadap muslim dan hamba...
PKI di Mata Tarzie Vittachi, Wartawan Pertama Penulis Buku G30S
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Wartawan asal Sri Lanka, Tarzie Vittachi menulis buku yang cukup penting sebagai rujukan sejarah kar...
Aktivis Malaysia Maryam Lee Bicara Soal Kebebasan bagi Perempuan Soal Hijab
Selasa, 29 September 2020 - 10:02 WIB
Apa tuduhan “kejahatan“ terhadap Maryam Lee? Berbicara tentang keputusannya untuk berhen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV