Kiri Kanan
Trump Tanda Tangani RUU Mendukung Demonstran Hong Kong
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Trump Tanda Tangani RUU Mendukung Demonstran Hong Kong
VOA Indonesia - Trump Tanda Tangani RUU Mendukung Demonstran Hong Kong
Presiden Donald Trump telah menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU) untuk menunjukkan dukungan Amerika Serikat (AS) kepada demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Langkah itu dilakukan meski ada ancaman dari pemerintah China. DPR dan Senat Amerika dengan suara hampir bulat meloloskan kedua RUU itu pada pekan lalu. Legislasi yang pertama mengharuskan Departemen Luar Negeri AS, setidaknya setiap tahun sekali, memastikan secara resmi bahwa China akan tetap menjamin otonomi Hong Kong. Hal itu menjadi syarat untuk mendapatkan status perdagangan khusus. Undang-undang kedua melarang ekspor gas air mata, semprotan merica, peluru karet ,dan berbagai senjata yang tidak mematikan kepada polisi Hong Kong. Pemerintah China mengancam akan mengambil sejumlah tindakan balasan kalau Trump menandatangani RUU itu. Kata China, Amerika berusaha campur tangan dalam urusan dalam negerinya. “Konsekuensi negatifnya akan menjadi bumerang bagi Amerika,” kata China. Trump sebelum ini mengatakan ia berhasil membatalkan rencana China untuk mengirim satu juta tentara guna menumpas demonstrasi di Hong Kong. Kalau itu terjadi, katanya, akan ada “dampak sangat negatif” bagi perundingan perdagangan.  Demo-demo pecah di Hong Kong pada Juni sebagai protes atas rencana pemerintah Hong Kong memberlakukan undang-undang ekstradisi. Undang-undang itu memungkinkan tersangka kriminal untuk diadili di China daratan. RUU itu kemudian dicabut pada September, tetapi para mahasiswa melanjutkan aksi menuntut otonomi penuh dan demokrasi bagi Hongkong, hampir 30 tahun sebelum “status khusus” bekas koloni Inggris itu berakhir. [ii/pp]        
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel, AS Gagal Capai Kesepakatan Pembagian Biaya Pertahanan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
AS dan Korea Selatan gagal mencapai perjanjian pembagian biaya pertahanan setelah mengadakan pembica...
Komisi HAM Kecam Penggunaan Kekerasan Terhadap Demonstran di Chile
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Komisi Antar-Amerika untuk HAM atau IACHR mengutuk Chile pada Jumat (12/6) karena menggunakan "kekua...
9 Demonstran Tewas di Baghdad, AS Jatuhkan Sanksi Baru
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Sembilan demonstran tewas pada Jumat (6/12) malam setelah orang-orang tak dikenal menyerang sebuah k...
Demonstran Haiti Kecam Dukungan AS untuk Presiden Korup
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Ratusan demonstran berpawai dari pusat kota Port-au-Prince, Ibu Kota Haiti, menuju Kedutaan Besar pa...
Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Dia datang ke Afghanistan sebagai dr. Tetsu Nakamura pada 1980-an untuk membantu merawat pasien kust...
Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Di dataran tinggi Andes, sekitar dua jam perjalanan dari La Paz, orang-orang Achacachi mengatakan m...
Dinamika Umat Muslim di India
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Putusan Mahkamah Agung India baru-baru ini mengizinkan umat Hindu untuk membangun kuil di sebuah kot...
Museum Vagina, Dorong Dialog Tentang Subyek Tabu Terkait Tubuh Perempuan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Pertengahan November lalu, sebuah museum tak biasa dibuka di London, Inggris, yaitu Museum Vagina y...
Aksi Mogok Massal di Prancis Usik Transportasi Akhir Pekan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Aksi mogok massal terbesar dalam puluhan tahun di Prancis menyebabkan warga yang melakukan perjalana...
Jumlah Korban Tewas di Irak Bertambah Setelah Serangan terhadap Protes Anti-Pemerintah
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Jumlah korban tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerang para demonstran anti-pemerintah di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)