Protes Kematian Pedemo dan Ekonomi Buruk, Ribuan Demo di Kolombia 
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Protes Kematian Pedemo dan Ekonomi Buruk, Ribuan Demo di Kolombia 
VOA Indonesia - Protes Kematian Pedemo dan Ekonomi Buruk, Ribuan Demo di Kolombia 
Puluhan ribu warga Kolombia berdemo pada Rabu (27/11) untuk memprotes tewasnya seorang pedemo serta menentang pemerintah dan kebijakannya yang dianggap buruk. Demo dimulai minggu lalu ketika 250 ribu orang berpawai di seluruh negara dan mengadakan aksi mogok menentang program penghematan, termasuk pemotongan upah minimum dan kenaikan batas umur pensiun. Para pendemo juga marah karena polisi menggunakan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Dilan Cruz. Cruz yang berusia 18 tahun itu meninggal terkena tembakan kaleng gas air mata di kepalanya. Warga yang marah itu meniup peluit dan melambaikan bendera Kolombia satu hari setelah Presiden Ivan Duque menawarkan akan berunding dengan kelompok oposisi. Tapi rencana itu gagal ketika Komite Pemogokan Nasional menolak berunding. Komite yang anggotanya terdiri dari serikat buruh dan organisasi mahasiswa itu menuntut supaya Presiden Duque membubarkan polisi anti huru-hara yang bertanggung jawab atas kematian Dilan Cruz. Rabu (27/11), Amerika menyatakan dukungannya bagi pemerintah Kolombia, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan kepada Duque bahwa Amerika tegas akan membantu pemerintah untuk menyelesaikan aksi oposisi itu dengan cara yang demokratis dan aman. [ii/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)