Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
ABC.net.au - Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya

Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian mereka dalam menangani polusi udara di Jakarta.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan tiga gubernur yaitu Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat, telah melakukan perbuatan hukum dan bertanggung jawab atas terjadinya pencemaran udara di ibu kota selama ini.

Dari pernyataan yang diterima ABC Indonesia kemarin, hukuman terhadap Tergugat I, yakni Presiden RI adalah "untuk mengetatkan baku mutu udara ambien nasional yang cukup untuk melindungi kesehatan manusia, lingkungan, dan ekosistem, termasuk kesehatan populasi yang sensitif berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," seperti yang dikatakan Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri di ruang sidang Hatta Ali PN Jakarta Pusat, Kamis kemarin (16/09).

Sementara hukuman lain kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah agar melakukan pengawasan kepada Gubernur DKI, Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat dalam melakukan pengetatan emisi lintas batas provinsi DKI, Banten dan Jawa Barat.

Persidangan terkait perkara pencemaran udara ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun dan sidang putusan sempat ditunda hingga delapan kali.

Penggugat merasa lega dan senang

Mewakili tim kuasa hukum penggugat, Ayu Eza Tiara mengatakan hakim menolak adanya pelanggaran hak asasi manusia, namun hal lain yang digugat oleh warga dipenuhi.

Sebanyak 32 warga negara yang menjadi penggugat telah menuntut agar Pemerintah Indonesia merevisi baku mutu udara ambien dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 soal pengendalian pencemaran udara.

Mereka menuntut agar baku mutu di Indonesia sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Mereka juga meminta agar Pemerintah menjamin hak lingkungan hidup yang baik dan sehat kepada masyarakat.

Salah satu warga yang menguggat, Khalisah Khalid mengatakan dirinya lega dan senang dengan keputusan di pengadilan.

"Kami sebagai penggugat sekaligus warga akan mengawal perubahan kebijakan yang dimandatkan oleh pengadilan terhadap tujuh tergugat," kata Khalisah.

"Kami berharap para Tergugat tidak mengajukan banding, karena yang kami gugat sesungguhnya adalah untuk kepentingan, kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara, termasuk generasi mendatang agar mendapatkan kualitas hidup yang baik," tambahnya.

Dalam unggahannya di Twitter, Anies Baswedan, sebagai salah satu Tergugat mengatakan Pemerintah DKI Jakarta memutuskan tidak akan banding.

Ia juga mengatakan "siap menjalankan putusan pengadilan demi udara Jakarta yang lebih baik".

Istu Prayogi, adalah warga Jakarta lain yang menguggat Pemerintah soal pencemaran udara di ibu kota.

Sejak tahun 2004 ia harus mengonsumsi vitamin dan obat-obatan, karena menurut dokter kondisi paru-parunya sudah terkena pengaruh udara kotor. 

Istu bekerja dan beraktivitas di luar ruangan dengan mengandalkan transportasi umum sejak tahun 1988 hingga 1995.

Tapi dampaknya terhadap kesehatan pria berusia 55 tahun ini bahkan terus ia rasakan hingga hari ini.

"Kalau belum minum obat rasanya kepala berat, hidung tersumbat, susah bernapas karena lendir yang berlebihan," katanya.

Sebelum pengadilan digelar, sejumlah warga, termasuk perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia dan koalisi Jeda Untuk Iklim, menggelar aksi damai.

Dalam aksi yang digelar di halam depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut mereka menuntut soal hak warga untuk mendapatkan udara bersih.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Hal Apa Saja yang Mengejutkan Pendatang Tentang Australia?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ada beberapa hal yang kemungkinan besar muncul di benak seseorang yang hendak pindah ke Australia: m...
PM Australia Mengontak Presiden Jokowi untuk Menenangkan Indonesia Soal Kapal Selam Nuklir
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Perdana Menteri Scott Morrison menghubungi Presiden Joko Widodo kemarin setelah Kementerian Luar Neg...
Ribuan Pekerja Kontruksi Berunjuk Rasa Melbourne, Kebanyakan Anti-vaksin
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Lebih dari seribu pengunjuk rasa yang sebagian besar anti-vaksinasi memadati pusat kota Melbourne, A...