Pemimpin Faksi Republik di DPR: Taliban Seharusnya Tidak Mendikte AS
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemimpin Faksi Republik di DPR: Taliban Seharusnya Tidak Mendikte AS
VOA Indonesia - Pemimpin Faksi Republik di DPR: Taliban Seharusnya Tidak Mendikte AS
Pemimpin faksi Republik di DPR, Selasa (24/8), menyerukan pemerintah Biden untuk tetap tinggal di Afghanistan hingga seluruh warga Amerika keluar dan tidak membiarkan Taliban mendikte tenggat waktu tertentu. “Kita harus berada di sana hingga seluruh warga Amerika dapat keluar dari Afghanistan,” ujar Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy. Ditambahkannya, “kita seharusnya menggunakan segala cara yang mungkin untuk mewujudkan hal itu dan kita tidak boleh merundingkannya. Kita seharusnya menjelaskan bahwa inilah yang akan terjadi. Dan siapa pun yang menghalangi kita untuk membawa pulang warga Amerika keluar dari negara itu, akan menghadapi bahaya.” Pernyataan itu disampaikan McCarthy setelah Presiden Joe Biden memutuskan tetap akan menyelesaikan proses evakuasi yang dipimpin Amerika itu sesuai tenggat 31 Agustus, ujar seorang pejabat pemerintah. Keputusan itu mencerminkan kekhawatiran militer tentang meningkatnya ancaman keamanan terhadap angkutan udara yang dimulai sejak sepuluh hari lalu itu. Berbicara sebelum Biden menyampaikan keputusannya, seorang juru bicara Taliban menegaskan kembali bahwa kelompok itu akan menentang perpanjangan tenggat waktu. Taliban telah mengijinkan evakuasi lewat udara berlanjut tanpa gangguan. Sekutu-sekutu Amerika, anggota-anggota Kongres – baik dari faksi Demokrat maupun faksi Republik – serta kelompok veteran dan organisasi pengungsi telah menekan Biden untuk memperpanjang tenggat waktu, yang ia tetapkan jauh sebelum Taliban dengan cepat merebut kembali Afghanistan pada 15 Agustus lalu. Masih belum jelas apakah pengangkutan udara dari bandara internasional Hamid Karzai di Kabul itu dapat mengeluarkan seluruh warga negara Amerika, warga asing, mantan penerjemah dan militer, serta warga Afghanistan lain yang berisiko terancam di bawah kekuasaan Taliban – tepat pada 31 Agustus atau tidak. [em/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network