H&M dan Nike Harus Berpendirian Tepat Pada Masalah Kapas Xinjiang
Elshinta
Senin, 29 Maret 2021 - 10:39 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
H&M dan Nike Harus Berpendirian Tepat Pada Masalah Kapas Xinjiang
CRI - H&M dan Nike Harus Berpendirian Tepat Pada Masalah Kapas Xinjiang

Isu Kapas Xinjiang kini menjadi panas. Pernyataan dikeluarkan perusahaan pakaian H&M menimbulkan ketidakpuasan  dan diboikot oleh warga net Tiongkok. Kemudian situs web Nike dalam pernyataan pada 10 Maret lalu memfitnah Xinjiang Tiongkok terdapat apa yang disebut kerja paksa, dan mengumumkan bahwa secara menyeluruh menghentikan penggunaan kapas Xinjiang. Dalih mereka hanya berdasarkan pada kebohongan dan disinformasi.

Mencari asal usulnya, H&M dan Nike yang memboikot penggunaan kapas Xinjiang berkaitan dengan BCI(Better Contton Initiative).H&M adalah salah satu anggota BCI. BCI adalah organisasi apa? Menurut informasi BCI dirinya sendiri, organisasi ini didaftarkan pada tahun 2009, mabesnya di Jeneva, Swiss, adalah organisasi anggota internasional nir laba, terdiri dari unit penanam kapas, perusahaan tekstil dan merek eceran. Terhitung sampai awal Mei 2020, jumlah anggota BCI tercatat 1.953, dan masih terus bertambah. Di antaranya, ada merek papan atas seperti Nike, Adidas, Gap dan lain sebagainya.

Pada 21 Oktober 2020, BCI pernah mengeluarkan satu pernyataan dalam bahasa Inggris, saat ini pernyataan itu tak bisa diakses lagi di situs web BCI. Tapi menurut web cathce masih tersimpan, pernyataan itu mengatakan di Xinjiang Tiongkok terdapat gejala pelanggaran HAM, dan dikatakannya BCI akan segera menghentikan segala aksi riil di tempat ini, termasuk pembangunan kemampuan, pemonitoran data dan laporan.

Nyata sekali, BCI menghentikan pemberian sertifikasi kepada kapas Xinjiang sama dengan memaksa anggotanya menjauhkan diri dari kapas Xinjiang. BCI sendiri tidak menguasai iptek apa pun, hanya mengadakan penilaian dan sertifikasi yang bersifat monopoli untuk memenuhi permintaan politik dan kolongmerat Barat. Xinjiang adalah daerah utama penghasil kapas Tiongkok, juga adalah daerah utama penghasil kapas utama dunia. BCI yang memboikot kapas Xinjiang hakikatnya adalah BCI didominasi oleh negara-negara Barat tertentu yang dikepalai AS, dengan hal itu menindas industri tekstil Tiongkok atau sama dengan melancarkan perang perdagangan tanpa asap.

Seiring dengan berkembangnya terus ekonomi dan kebudayaan Tiongkok pada puluhan tahun terakhir ini, Tiongkok telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Keberhasilan Tiongkok menyelenggarakan Olimpiade, serta kemajuannya di bidang teknologi tinggi, khususnya di bidang antariksa semakin mengudang perhatian seluruh dunia. Keyakinan Tiongkok terhadap kebudayaan diri sendiri terus meningkat, rasa kebanggaan juga terus meningkat. Usaha pembangkitan kembali bangsa Tionghoa sedang terwujud.

 Perusahaan asing termasuk H&M dan Nike yang mendapat banyak keuntungan di Tiongkok malah sengaja melukai Tiongkok, dengan semaunya menodai Tiongkok, perusahaan serupa sama sekali tidak mempunyai etika perdagangan yang pokok dan telah menerobos garis merah. Hak kedaulatan tak boleh dilanggar, kegiatan salahnya pasti akan memicu pembalasan dari para konsumen Tiongkok. Jika mereka ingin bermusuhan dengan Tiongkok, jadi kami harus siap siaga menghadapinya. Tidak membedakan putih dan hitam, nekat melihat Tiongkok dari kacamata sempit bahkan bermusuhan dengan Tiongkok, perusahaan semacam ini pasti akan disisihkan dari pasar Tiongkok.

Banyak fakta menunjukkan, perusahaan yang menghina Tiongkok tidak mendapat hasil baik pada tahun-tahun terakhir ini. Pada November 2018, D&G yang pura-pura mengklaim mencintai Tiongkok malah sengaja menjelekkan citra perempuan Timur dalam iklannya dan menimbulkan kemarahan publik. Dua orang pencipta D&G secara terbuka meminta maaf, tapi diboikot lagi oleh warga net karena sikapnya kurang tepat. Kemudian beberapa selebriti dan bintang film membatalkan kontrak dagang dengan D&G, menolak menghadiri acara promosi mereknya. Raksasa e-commerce seperti Jingdong dan Alibaba menghentikan penjualan barang D&G sehingga kerugian D&G sangat besar sekali.?Hanya dalam waktu 24 jam setelah peristiwa itu terjadi, kerugian D&G di Zona Tiongkok mencapai 1 milyar Yuan. Kemudian omzet penjualannya menurun tajam, akhirnya terpaksa angkat kaki dari pasar Tiongkok. Pada tahun 2019, kekayaan milik kedua pencipta D&G menciut 30 persen lebih.

Justru seperti yang dikatakan oleh jubir Kemenlu Tiongkok Hua Chunying, Tiongkok adil dan jujur, rakyat Tiongkok ramah-tamah dan terbuka, tapi rakyat Tiongkok mutlak tak boleh dibohongi dan dihina. Kami menyambut perusahaan asing dan personel bekerja dan tinggal di Tiongkok, tapi kami menentang serangan berniat jahat yang berdasarkan kebohongan dan rumor yang merusak kepentingan Tiongkok.

 Perusahaan asing termasuk H&M dan Nike yang tidak membedakan putih dan hitam langsung telah mengambil keputusan yang salah. Di hadapan keadilan dan hati rakyat, tak peduli betapa tinggi ketenarannya, skalanya betapa besar, jika ingin memanipulasi politik, menstigma kapas Xinjiang dan berprovokasi, sikap Tiongkok adalah jelas yakni tidak akan bertoleransi!

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wang Yi Menghadiri Resepsi 5 Tahun Peresmian Kerja Sama Lanchang-Mekong
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari Selasa kemarin (13/4) mengh...
Pengadilan Terima Kasus Penuntutan Perusahaan Xinjiang terhadap Adrian Zenz
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Pengadilan Menengah Daerah Kashgar baru-baru ini menerima gugatan PT. Tektil Xiongying Yarkant (Shac...
Video Wawancara Mantan Penerjemah FBI Mengenai Isu Xinjiang Terungkap
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Sebuah video wawancara Mantan Penerjemah FBI Amerika Serikat (AS), Sibel Edmonds mengenai isu Xinjia...
AS Utus Personel ke Taiwan, Tiongkok Layangkan Teguran Keras kepada Pemerintah AS
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian hari Rabu kemarin (14/4) menyatakan, pihak Tiongkok melayangkan teg...
Xi Jinping Terima Surat Kepercayaan Dubes Baru Mancanegara untuk Tiongkok
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Rabu (14/4) kemarin sore, Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima   surat kepercayaan dubes ...
Tiongkok Kecam Keras Sabotase terhadap Fasilitas Nuklir Natanz Iran
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (14/4) menyatakan, pihak Tiongko...
Kemlu Tiongkok Sampaikan Ucapan Selamat kepada Guillermo Lasso atas Terpilihnya sebagai Presiden Ekuador
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (14/4) menyampaikan ucapan selam...
Kemlu Tiongkok: Pembuangan Air Limbah Radioaktif Fukushima Jepang Tak Boleh Korbankan Dunia
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Pemerintah Jepang secara resmi memutuskan untuk membuang air limbah radioaktif PLTN Fukushima ke lau...
Momok Kolonialisme Barat AS Masih Menghantui Dunia
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Negara kaya yang populasinya menempati 16% dari populasi dunia memiliki 60% vaksin Covid-19 di dunia...
Acara Presentasi Bertema “Cerita PKT” Di Propinsi Zhejiang Digelar
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB
Acara Presentasi Bertema “Cerita PKT-Praktek Pikiran Sosialisme Berkarakteristik Tiongkok pada...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV