Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
Elshinta
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
VOA Indonesia - Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
Turki, Selasa (23/2) menuduh jet-jet tempur Yunani "mengganggu" kapal Turki di Laut Aegea akibat ketegangan yang kembali meningkat di antara sekutu NATO terkait masalah maritim. Hubungan Yunani-Turki sudah tegang karena eksplorasi gas Ankara di Laut Timur Mediterania, meski kedua negara mengadakan pembicaraan langsung pada Januari lalu untuk pertama kalinya dalam kurun hampir lima tahun. Kondisi terakhir dalam perselisihan itu, Turki pada pekan lalu mengirim kapal penelitian Cesme ke perairan internasional dekat beberapa pulau milik Yunani yang mendorong Athena mengajukan protes diplomatik. Pada hari Selasa (23/2), sumber kementerian pertahanan Turki menyatakan empat jet tempur F-16 Yunani terlibat dalam "tindakan provokatif" dan "mengganggu kapal Cesme di perairan internasional Aegean utara". Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar kepada wartawan menyampaikan "tanggapan yang diperlukan telah diberikan". "Sayangnya, itu adalah salah satu gangguan yang sering dilakukan oleh negara tetangga kami Yunani," papar Akar di Ankara. Sumber pertahanan Turki menyatakan salah satu pesawat Yunani itu menjatuhkan sebuah chaff cartridge, alat pertahanan melawan sistem radar senjata yang berjarak dua mil laut (3,7 kilometer laut) dari kapal Turki. Alat pertahanan itu digunakan untuk mengalihkan atau menonaktifkan radar pihak lawan. Kementerian pertahanan Yunani menyatakan angkatan udara sedang melakukan latihan militer agak jauh dari kapal Turki sekaligus membantah adanya gangguan. "Tidak ada jet tempur Yunani yang terbang di dekat kapal Turki," kata kementerian pertahanan Yunani. Aksi di perairan itu menjadi sebuah ketegangan ketika Turki mengumumkan pada Senin (22/2) lalu bahwa kapal Cesme berencana melakukan survei hidrografi dari tanggal 18 Februari hingga 2 Maret 2021. Juru bicara pemerintah Yunani Christos Tarantilis menyebut hal itu sebagai "langkah tidak perlu, yang tidak membantu suasana secara positif." Akar membela tindakan Turki dan bersikeras bahwa survei itu "sepenuhnya hidrografi secara teknis" dan menjelaskan Yunani telah melakukan pekerjaan serupa di masa lalu. "Turki selalu berada di sisi dialog," kata Akar lebih jauh. Uni Eropa mendorong pembicaraan para pejabat Turki dan Yunani pada Januari lalu dengan mengadakan beberapa pembicaraan tentang eksplorasi di Istanbul, yang pertama sejak tahun 2016. [mg/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Hong Kong Tepis Kekhawatiran Soal Perubahan Sistem Pemilu
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menepis kekhawatiran bahwa perubahan pada sistem pemilu akan mempengar...
Presiden Afghanistan Tawarkan Rencana 3 Langkah Perdamaian
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Berbicara dalam konferensi terkait Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani menjelaskan proses tiga langka...
Menlu, Menhan Kunjungi Jepang, Perkuat Hubungan Bilateral
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto awal pekan ini melawat...
Penyelidikan Terhadap Insiden Kapal Ever Green di Terusan Suez Dimulai
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Beberapa kapal kargo besar melewati terusan Suez sehari setelah Ever Given, kapal kontainer besar ya...
WHO: Laporan Asal-usul Virus Corona Perlu Studi Lebih Dalam
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia WHO terkait dengan asal-usul virus corona yang menyebabkan...
Laporan Tahunan HAM AS: Banyak Negara Gunakan Pandemi Sebagai Dalih Untuk Batasi Hak Asasi
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) merajalela di seluruh dunia pada tahun 2020, demikian petikan ke...
Iran Tolak Hentikan Pengayaan Uranium 20% Sebelum AS Cabut Sanksi
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Iran menolak menghentikan pengayaan uranium hingga 20 persen sebelum Amerika Serikat mencabut semua ...
Amerika Perintahkan Diplomat Tidak Esensial Segera Tinggalkan Myanmar
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika memerintahkan seluruh diplomat yang tidak memiliki tugas esensial unt...
AS dan 13 Negara Khawatir Laporan Asal-Usul COVID Tertunda
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
AS dan 13 negara lain dalam pernyataan bersama, Selasa (30/3), menyatakan keprihatinan mereka atas t...
Negara-negara Donor Janjikan Bantuan $6,4 Miliar Untuk Atasi Krisis di Suriah
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:11 WIB
Dalam sebuah konferensi di Brussels pada hari Selasa (30/3), negara-negara donor, termasuk Amerika d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV