A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionos1k2g3idhrh54u9g0omsjde4bcdcjfp): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

 Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
VOA Indonesia - Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta besarnya untuk PBB Kelly Craft melanjutkan rencana perjalanan ke Taiwan pekan depan sebagaimana yang diumumkan Departemen Luar Negeri AS. “AS akan membayar harga mahal atas tindakan kelirunya,” sebut pernyataan dari misi China untuk PBB. “China mendesak keras AS untuk menghentikan provokasi gilanya, berhenti menciptakan kesulitan-kesulitan baru bagi hubungan China-AS dan kerja sama kedua negara di PBB, serta berhenti melangkah lebih jauh di jalur yang salah.” China “menentang tegas” kunjungan itu dan menuntut AS agar membatalkan rencananya, sebut pernyataan itu, seraya menyebut kembali kebijakan satu-China yang diberlakukan Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsi negara itu. Misi Amerika untuk PBB pada hari Kamis (7/1) malam, sebagaimana dikutip dari kantor berita AFP, menyatakan Craft akan berada di Taipei dari 13 hingga 15 Januari, untuk bertemu dengan para pejabat Taiwan dan para anggota komunitas diplomatik lainnya. “Selama lawatannya, Duta Besar akan menegaskan kembali dukungan kuat dan terus berlanjut dari pemerintah AS untuk ruang internasional Taiwan,” sebut pernyataan dari misi Amerika di PBB. Craft dijadwalkan berbicara di Institute of Diplomacy and International Affairs pada 14 Januari, “mengenai kontribusi Taiwan yang mengesankan bagi komunitas global serta pentingnya partisipasi Taiwan yang bermakna dan meluas dalam berbagai organisasi internasional,” sebut pernyataan itu. Kantor berita pemerintah China Xinhua sebelumnya pada hari Kamis juga mengkritik perjalanan itu, dengan menyatakan kehadiran duta besar AS di Taiwan akan melanggar kedaulatan China. Sejumlah pejabat pemerintah di bawah Presiden Donald Trump telah mengunjungi Taiwan tahun lalu, meskipun mendapat tentangan dari Beijing, di tengah-tengah ketegangan AS-China mengenai masalah perdagangan, keamanan dan HAM. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta bes...
Australia Kurangi Setengah Jumlah Pelancong Internasional Lewat Udara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemerintah Australia. Jumat (8/1), mengatakan akan segera mengurangi hampir separuh jumlah pelancong...
Perempuan Tewas Akibat Serangan Hiu di Selandia Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Seorang perempuan tewas akibat serangan hiu di Selandia Baru. Pihak berwenang setempat mengatakan, ...
PM Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Singapura
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Jumat (8/1), sewak...
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan mel...
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 bu...
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu ...
Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosi...
Lubang Besar Menganga di Halaman Parkir di Rumah Sakit Napoli
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Para pejabat di Napoli, Italia, hari Jumat melaporkan lubang besar seluas 2.000 meter persegi terbuk...
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV