Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
VOA Indonesia - Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan melaporkan suhu udara yang turun secara signifikan sejak Rabu, mengiringi derasnya hujan salju. Televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan suhu di kota Genhe, yang termasuk dalam Daerah Otonomi Mongolia di China Utara, turun menjadi minus 46,2 derajat Celcius dan kota itu diselimuti kabut es. Sementara itu, di timur laut provinsi Heilongjiang, suhu turun menjadi minus 45,9 derajat Celcius. Seorang pensiunan supir taksi bercerita ke CCTV bahwa suhu udara yang luar biasa dingin menghalanginya beraktivitas di luar rumah. “Dinginnya benar-benar menusuk tulang. Pegangan pintu terasa begitu lengket. Udara dingin ini sepertinya bisa mengelupas kulit saya," katanya. Seorang ibu rumah tangga bernama Li Yixian, 77, mengaku baru keluar rumah, Jumat, setelah terkurung selama dua hari. "Saya belum keluar rumah sejak gelombang udara dingin datang. Saya terus memantau suhu di luar rumah dengan ponsel saya dan menunjukkan minus 20 derajat Celsius pada malam hari. Saya pikir itu sangat dingin," ujarnya. Gelombang udara dingin menimbulkan angin kencang di daerah-daerah di sepanjang Sungai Yangtze, menurut Badan Meteorologi Nasional China (NMC). Badan tersebut menyarankan masyarakat untuk berhati-hati menghadapi cuaca dingin dan angin kencang, serta menyarankan otoritas lalu lintas dan polisi bersiap menanggulangi kondisi jalan-jalan yang licin. China memiliki sistem peringatan cuaca berkode warna dengan empat tingkatan, dengan warna merah mewakili cuaca paling parah, diikuti oleh oranye, kuning dan biru. Pihak berwenang saat ini memberlakukan warna biru. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Turki, Selasa (23/2) menuduh jet-jet tempur Yunani "mengganggu" kapal Turki di Laut Aegea akibat ket...
Protes Antikudeta Myanmar Berlangsung Lagi Setelah Pemogokan Umum
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Para pengunjuk rasa di Myanmar ambil bagian dalam demonstrasi menentang junta militer negara itu, Se...
Capai Kesepakatan, Facebook akan Cabut Blokade Terhadap Konten Berita Australia
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Raksasa media global, Facebook memulihkan konten berita ke penggunanya di Australia setelah menyeles...
Pemimpin Inggris Optimis Pembatasan COVID-19 Dapat Berakhir 21 Juni
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perdana Menteri Boris Johnson, Selasa (23/2) menyatakan sangat optimis bahwa semua pembatasan COVID-...
Biden, Trudeau Bahas COVID dan Ancaman Perubahan Iklim
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Presiden AS Joe Biden bertemu secara virtual, Selasa (23/2) dengan Perdana Menteri Justin Trudeau, m...
Israel Vaksinasi Separuh Penduduknya dengan Vaksin Pfizer
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Hampir separuh dari penduduk Israel telah divaksinasi dengan setidaknya satu dosis vaksin Pfizer-Bio...
Pfizer dan Moderna Janjikan Peningkatan Besar Pasokan Vaksin
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Setelah produksi awal yang lambat dan mengecewakan, beberapa eksekutif perusahaan farmasi Selasa men...
Menlu RI akan Kunjungi Myanmar di Tengah Tekanan terhadap Para Jenderal
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Menteri luar negeri Indonesia berencana terbang ke Myanmar hari Kamis (25/2) mendatang dalam kunjung...
PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (23/2) menyatakan kematian dan jumlah warga sipil yang cedera di ...
Bank Dunia Ancam Hentikan Bantuan Vaksin Lebanon
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Bank Dunia, Selasa (23/2) mengancam akan menangguhkan pembiayaan multi-jutaan dolar untuk vaksinasi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV