AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
VOA Indonesia - AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu mengatakan, mereka tidak menginginkan santunan dari Teheran namun lebih memilih pengadilan internasional untuk meminta pertanggungjawaban dari pemimpin Iran, sebuah prosedur yang tergantung pada diselesaikannya berbagai hambatan di bawah konvensi global. Pada tanggal 8 Januari 2020, penembakan rudal Iran menjatuhkan Ukraine International Airlines nomor penerbangan 752 setelah pesawat itu lepas landas dari Teheran. Serangan itu menewaskan seluruh 176 penumpang, kebanyakan di antaranya adalah warga Iran dan warga Kanada keturunan Iran yang sedang menuju Kanada melalui Kiev. Iran telah mengatakan penembakan rudal itu sebagai kesalahan yang dilakukan personel pertahanan udara namun tidak meminta pertanggungjawaban dari siapa pun. Dalam sembilan hari terakhir bulan Desember, lima orang yang tinggal di Kanada dan AS, yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dalam pesawat itu mengatakan kepada VOA tentang apa yang mereka inginkan selanjutnya dalam upaya mendapatkan keadilan menjelang peringatan satu tahun terjadinya tragedi itu. Beberapa di antara mereka menolak tawaran kompensasi finansial atau yang mereka sebut “uang darah” dari pemerintah Iran.  Kabinet Iran mengeluarkan pernyataan pada tanggal 30 Desember lalu yang mengatakan setuju untuk membayar santunan sebesar 150 ribu dolar kepada setiap keluarga korban. Tidak jelas kapan dan bagaimana santunan itu akan diberikan. Navaz Ebrahim, warga Dallas, Texas, yang kakak perempuan dan suaminya tewas dalam kecelakaan itu mengatakan, ia dan keluarga korban lainnya memandang kompensasi itu sebagai pelecehan yang menganggap murah nyawa orang mereka cintai. Keluarga korban telah melayangkan dua gugatan terhadap Iran melalui pengadilan di provinsi Ontario, Kanada. Pasukan Iran yang menembak jatuh pesawat komersial Ukraina sedang bersiaga menghadapi tanggapan AS setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap tentara Amerika di Irak beberapa jam sebelumnya. Iran telah menyerang pasukan AS, melukai puluhan tentara, sebagai balasan atas serangan udara AS yang menewaskan jenderal senior Iran Qassem Soleimani di Baghdad lima hari sebelumnya. [lj/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Turki, Selasa (23/2) menuduh jet-jet tempur Yunani "mengganggu" kapal Turki di Laut Aegea akibat ket...
Protes Antikudeta Myanmar Berlangsung Lagi Setelah Pemogokan Umum
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Para pengunjuk rasa di Myanmar ambil bagian dalam demonstrasi menentang junta militer negara itu, Se...
Capai Kesepakatan, Facebook akan Cabut Blokade Terhadap Konten Berita Australia
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Raksasa media global, Facebook memulihkan konten berita ke penggunanya di Australia setelah menyeles...
Pemimpin Inggris Optimis Pembatasan COVID-19 Dapat Berakhir 21 Juni
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perdana Menteri Boris Johnson, Selasa (23/2) menyatakan sangat optimis bahwa semua pembatasan COVID-...
Biden, Trudeau Bahas COVID dan Ancaman Perubahan Iklim
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Presiden AS Joe Biden bertemu secara virtual, Selasa (23/2) dengan Perdana Menteri Justin Trudeau, m...
Israel Vaksinasi Separuh Penduduknya dengan Vaksin Pfizer
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Hampir separuh dari penduduk Israel telah divaksinasi dengan setidaknya satu dosis vaksin Pfizer-Bio...
Pfizer dan Moderna Janjikan Peningkatan Besar Pasokan Vaksin
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Setelah produksi awal yang lambat dan mengecewakan, beberapa eksekutif perusahaan farmasi Selasa men...
Menlu RI akan Kunjungi Myanmar di Tengah Tekanan terhadap Para Jenderal
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Menteri luar negeri Indonesia berencana terbang ke Myanmar hari Kamis (25/2) mendatang dalam kunjung...
PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (23/2) menyatakan kematian dan jumlah warga sipil yang cedera di ...
Bank Dunia Ancam Hentikan Bantuan Vaksin Lebanon
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Bank Dunia, Selasa (23/2) mengancam akan menangguhkan pembiayaan multi-jutaan dolar untuk vaksinasi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV