Warga Baluchistan Protes Tewasnya 11 Penambang akibat Ditembak di Pakistan
Elshinta
Senin, 04 Januari 2021 - 12:06 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Baluchistan Protes Tewasnya 11 Penambang akibat Ditembak di Pakistan
VOA Indonesia - Warga Baluchistan Protes Tewasnya 11 Penambang akibat Ditembak di Pakistan
Para pelayat berkumpul di propinsi Baluchistan, di barat daya Pakistan, hari Minggu (3/1) setelah beberapa laki-laki bersenjata menembak mati para penambang batubara dari kelompok minoritas Syiah-Hazara, yang sebelumnya mereka culik. Sebelas orang tewas. Pejabat di Levies Force yang bertindak sebagai polisi dan paramiliter di kawasani tu, Moazzam Ali Jatoi, mengatakan serangan itu terjadi di dekat tambang batubara Mach, sekitar 48 kilometer timur ibu kota Quetta. Jataoi mengatakan sejumlah orang bersenjata menculik para penambang di pegunungan itu dan kemudian menembak mati mereka. Ditambahkannya, enam penambang tewas seketika, sementara lima lainnya yang berada dalam kondisi kritis tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Jatoi mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa para penyerang yang mendatangi tambang itu, terlebih dahulu mengidentifikasi dan memisahkan penambang yang berasal dari komunitas Syiah-Hazara dan membawa mereka untuk dieksesi. Lainnya tidak diusik. Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab tetapi organisasi ekstremis Sunni yang terlarang, Laskar-e-Jhangvi, pada masa silam kerap menarget kelompok minoritas Hazara di Baluchistan. Berita pembunuhan ini segera tersebar luas dengna cepat diantara komunitas Hazara dan sebagian di antara mereka turun ke jalan-jalan di Quetta, mengelilingi daerah itu untuk menyampaikan protes, memblokir jalan-jalan utama, membakar ban dan batang pohon. Para petugas keamanan segera menutup jalan-jalan yang terkena dampak demonstrasi itu. Salah seorang demonstran meminta pemerintah untuk memberi lebih banyak perlidungan. Ali Naqvi mengatakan “dengan begitu banyak petugas keamanan di daerah ini pun, para penjahat masih tetap dapat masuk, menculik dan membantai warga. Kami sangat sedih dan marah. Kami menuntut agar pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik.” [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Tuduh Jet Yunani Ganggu Kapal Turki
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Turki, Selasa (23/2) menuduh jet-jet tempur Yunani "mengganggu" kapal Turki di Laut Aegea akibat ket...
Protes Antikudeta Myanmar Berlangsung Lagi Setelah Pemogokan Umum
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Para pengunjuk rasa di Myanmar ambil bagian dalam demonstrasi menentang junta militer negara itu, Se...
Capai Kesepakatan, Facebook akan Cabut Blokade Terhadap Konten Berita Australia
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Raksasa media global, Facebook memulihkan konten berita ke penggunanya di Australia setelah menyeles...
Pemimpin Inggris Optimis Pembatasan COVID-19 Dapat Berakhir 21 Juni
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perdana Menteri Boris Johnson, Selasa (23/2) menyatakan sangat optimis bahwa semua pembatasan COVID-...
Biden, Trudeau Bahas COVID dan Ancaman Perubahan Iklim
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Presiden AS Joe Biden bertemu secara virtual, Selasa (23/2) dengan Perdana Menteri Justin Trudeau, m...
Israel Vaksinasi Separuh Penduduknya dengan Vaksin Pfizer
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Hampir separuh dari penduduk Israel telah divaksinasi dengan setidaknya satu dosis vaksin Pfizer-Bio...
Pfizer dan Moderna Janjikan Peningkatan Besar Pasokan Vaksin
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Setelah produksi awal yang lambat dan mengecewakan, beberapa eksekutif perusahaan farmasi Selasa men...
Menlu RI akan Kunjungi Myanmar di Tengah Tekanan terhadap Para Jenderal
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Menteri luar negeri Indonesia berencana terbang ke Myanmar hari Kamis (25/2) mendatang dalam kunjung...
PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (23/2) menyatakan kematian dan jumlah warga sipil yang cedera di ...
Bank Dunia Ancam Hentikan Bantuan Vaksin Lebanon
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Bank Dunia, Selasa (23/2) mengancam akan menangguhkan pembiayaan multi-jutaan dolar untuk vaksinasi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV