IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
VOA Indonesia - IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Badan pengawas atom PBB (IAEA) mengonfirmasi laporan bahwa Iran memulai pengoperasian sentrifugal yang dipasang di situs bawah tanah tetapi mengatakan kemampuan pengayaan uranium secara keseluruhan di negara itu tidak meningkat secara signifikan.  Dalam jumpa pers hari Rabu (18/11) di Wina, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi kepada wartawan menyatakan bahwa 174 sentrifugal telah dipindahkan ke wilayah baru situs nuklir Natanz Iran dan baru-baru ini mulai beroperasi.  Ia mengemukakan pengoperasian sentrifugal jenis itu melanggar kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani dengan negara-negara kuat dunia pada 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA. Grossi mencatat bahwa operasi tersebut tidak akan menghasilkan uranium yang diperkaya dengan tingkat yang lebih tinggi secara keseluruhan.  Namun Grossi menyatakan Iran sudah jauh melampaui batas kesepakatan tentang uranium yang diperkaya.  “Secara umum, tidak ada peningkatan volume yang signifikan, karena seperti yang saya sebutkan, sentrifugal-sentrifugal itu sebelumnya sudah beroperasi di tempat-tempat yang berbeda. Tapi tentu saja, itu adalah sesuatu yang tidak berada dalam kerangka batasan JCPOA,” kata Grossi.  Grossi mengatakan Iran telah diminta untuk menjelaskan penemuan tersebut kepada penyelidik IAEA, tetapi penjelasannya "belum memuaskan."  Associated Press melaporkan sebuah dokumen rahasia yang didistribusikan ke negara-negara anggota JCPOA pekan lalu yang menunjukkan Iran pada 2 November memiliki persediaan 2.442,9 kilogram uranium yang diperkaya dengan tingkat yang rendah, naik dari 2.105,4 kilogram yang dilaporkan pada 25 Agustus 2020.  Kesepakatan nuklir yang ditandatangani oleh Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris, Tiongkok, dan Rusia itu memungkinkan Iran hanya menyimpan persediaan 202,8 kilogram. IAEA menyatakan Iran juga terus memperkaya uranium hingga kemurnian mencapai 4,5 persen, lebih tinggi dari 3,67 persen yang diizinkan berdasarkan kesepakatan itu.  Iran secara terbuka telah mengumumkan semua pelanggarannya terhadap kesepakatan nuklir itu sebelumnya setelah keputusan Presiden Donald Trump pada tahun 2018 untuk menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta bes...
Australia Kurangi Setengah Jumlah Pelancong Internasional Lewat Udara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemerintah Australia. Jumat (8/1), mengatakan akan segera mengurangi hampir separuh jumlah pelancong...
Perempuan Tewas Akibat Serangan Hiu di Selandia Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Seorang perempuan tewas akibat serangan hiu di Selandia Baru. Pihak berwenang setempat mengatakan, ...
PM Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Singapura
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Jumat (8/1), sewak...
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan mel...
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 bu...
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu ...
Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosi...
Lubang Besar Menganga di Halaman Parkir di Rumah Sakit Napoli
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Para pejabat di Napoli, Italia, hari Jumat melaporkan lubang besar seluas 2.000 meter persegi terbuk...
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV