Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan
ABC.net.au - Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan

Di saat kasus penularan virus corona yang masih terus meningkat dengan rata-rata ribuan kasus baru setiap harinya, kegiatan yang melibatkan Rizieq Shihab telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah Indonesia.

Ribuan orang datang menyambut kedatangan Muhammad Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada 10 November lalu.

Daniel Supriyono, seorang warga di Tangerang Selatan mengatakan kepada ABC Indonesia jika ia merasa "bingung dan emosional".

"Akibat kedatangan Habib Rizieq membuat dampak kemacetan yang luar biasa di kawasan bandara Soekarno-Hatta, perusakan fasilitas umum di sekitar bandara membuat sebagian masyarakat melihat ada yang tidak adil," ujarnya kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

"Semuanya jelas dan difasilitasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Pemda setempat," menurut Daniel.

"Apa yang dilakukan oleh Habib Rizieq dan kelompoknya dibiarkan oleh Gubernur DKI dan juga lemahnya pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya."

Namun sepekan kemudian (16/11), meski tidak diketahui apakah terkait dengan penyambutan Rizieq, dua kepolisian daerah dicopot dari jabatannya, yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi.

Hanya saja disebutkan pencopotan tersebut dikatakan sebagai sebuah sanksi, karena "tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan," seperti yang dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa kemarin (17/11).

Profesor Koentjoro, Ketua Dewan Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan penyambutan Rizieq menimbulkan kesan adanya "pembiaran".

"Pemerintah boleh dibilang tidak kompak walau memang sudah memiliki strategi," ujar Profesor Koentjoro.

Ia juga mencontohkan kegiatan lainnya yang melibatkan Rizieq, seperti acara pernikahan putrinya sekaligus upacara peringatan Maulid Nabi yang digelar akhir pekan kemarin (14/11).

Di acara tersebut Rizieq terlihat menggunakan masker dan face shield dan ketua penyelenggara Maulid Nabi mengaku telah memperingatkan jemaah untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti yang dilaporkan Detik.com.

"Untuk acara pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan ada kesan tidak kompak," kata Profesor Koentjoro.

"Untuk peringatan Maulid Nabi, aparat dan pemerintah lebih tegas, namun tidak digubris."

Kecerobohan yang bisa terulang kembali

Awal pekan kemarin (16/11), Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengaku "menyesalkan" keberadaan kerumunan-kerumunan yang melibatkan Rizieq.

"Pemerintah menyesalkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksana pesta pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pertamburan, Jakarta Pusat," ujarnya di sebuah konferensi pers.

Sehari sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta Arifin menyatakan telah menjatuhkan sanksi denda administratif sebesar Rp50 juta kepada Rizieq, dikutip dari CNN Indonesia.

Dari pengamatannya, wartawan senior harian Kompas di Jakarta, Budiarto Shambazy, mengatakan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sebuah "kecerobohan" yang mungkin bisa saja terulang kembali.

"Kerumunan di bandara maupun acara pernikahan menjadi semacam klimaks dari ketidakpedulian aparat dan publik terhadap protokol kesehatan," ujarnya kepada Sastra Wijaya, wartawan ABC Indonesia di Melbourne.

Menurutnya keresahan publik semakin terasa karena pandemi COVID-19 di Indonesia sudah memasuki delapan bulan, namun masih berada di gelombang pertama yang belum terlihat akhirnya.

"Semua orang bosan, jenuh, kecewa dan skeptis karena kungkungan pandemi terlalu menyiksa bagi sebagian publik," kata Budiarto.

Perubahan perilaku jadi vaksin yang terbaik

T Irwan Amrun, Ketua Sub Mitigasi Perubahan Perilaku di Satgas COVID-19 mengakui jika peristiwa dalam beberapa pekan ini terjadi karena terlalu besar dan beragamnya institusi yang harus ikut menangani pandemi di Indonesia.

"Tugas pokok dan fungsi menjadi tumpang tindih dan muncul silo-silo, ego pribadi dan juga ego sektoral," kata Irwan.

"Kita sekarang ibaratnya seperti hamster yang sedang bergerak cepat dan menggila di sangkarnya, tapi tidak jelas arah dan tujuannya."

Irwan berpendapat, meski acara-acara yang melibatkan Rizieq sebagai "riak kecil", sejumlah acara lain yang melibatkan kerumunan besar menyulitkan usaha Pemerintah untuk meyakinkan masyarakat.

Sejumlah kegiatan lain yang juga melibatkan kerumunan dan membuat keresahan warga adalah kampanye pemilihan kepala daerah yang digelar di sejumlah daerah.

Menurut Irwan, kunci keberhasilan penanganan tersebut adalah perlu upaya yang dilakukan bersama sehingga dibutuhkan kesadaran dalam perilaku setiap orang.

"Kita manusia yang membawa virus dan kita tidak bisa membunuh manusia, seperti kita membunuh hewan yang memiliki flu burung misalnya," ujar Irwan.

"Menurut saya vaksin yang terbaik adalah perubahan perilaku, kita sebagai manusia yang harus mengubah perilaku menyesuaikan diri dengan alam."

Dari pengamatan ABC Indonesia, sejumlah pengguna jejaring sosial mempertanyakan mengapa sejumlah kegiatan dilarang, namun beberapa lainnya, termasuk acara Rizieq yang mengundang kerumunan besar, ibiarkan.

Sebagai pakar psikologi, Profesor Koentjoro dari UGM Yogyakarta juga mengatakan adanya upaya penegakan protokol kesehatan dan pembiaran beberapa kerumunan di saat yang bersamaan telah menimbulkan kebingungan.

"Menurut saya, penegakan aturan itu harus dilakukan bukan untuk kepentingan orang demi orang tapi umat keseluruhan," katanya.

"Saya melihat masyarakat bingung mengapa semua ini bisa terjadi. Oleh karena itu pengendalian diri itu penting," tambah Profesor Koentjoro.

Ratusan kilometer dari Jakarta, Tarsisius Wintoro, seorang warga Jawa Tengah hanya bisa melihat apa yang terjadi belakangan ini dari rumahnya di Semarang.

"Sebagai wong cilik saya sudah gumunan [tidak heran] melihat hal-hal seperti ini," kata Tarsisius.

"Namun ini Indonesia ... kita marah dan kecewa, malah kita bisa sakit sendiri."

"Soal mematuhi protokol kesehatan, kalau menurut logika orang sehat, harusnya semua orang taat dengan aturan."

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kerusuhan di Ibukota Washington,  Twitter Mengunci Akun Presiden Donald Trump
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Sekelompok orang pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan kepolisian, menyebabkan kerusuhan di...
Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk...
Keluarga Korban Bom Bali:
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Beberapa anggota keluarga di Australia dari korban yang tewas dalam peristiwa bom Bali tahun 2002 me...
Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Jadwal penyuntikan vaksin virus corona di Australia akan dimajukan menjadi bulan depan, dengan menda...
Thailand Pernah Jadi Contoh Sukses Penanganan COVID, Kini Kasusnya Melonjak
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Thailand pernah dianggap contoh sukses penanganan COVID-19 di awal pandemi, tetapi negara itu telah ...
Abu Bakar Bashir Bebas, PM Australia Mengatakan Menghormati Keputusan Indonesia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan pembebasan Abu Bakar Basyir menjadi kesedihan b...
Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Terhitung pukul 18:00 malam ini waktu setempat, warga di Brisbane, Logan, Ipswich, Moreton dan Redla...
Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Setelah kerusuhan dengan massa menyerbu masuk ke gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC, K...
Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Vaksin virus corona buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China telah dinyatakan 78 pe...
Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Di tengah meningkatnya penyebaran varian baru virus COVID-19 asal Inggris, hari ini (8/01), Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV