Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
VOA Indonesia - Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo lewat telepon Sabtu (24/10) bahwa Belarus dan Rusia siap bekerja sama menanggapi ancaman ekstrenal, kata kantor berita Rusia yang mengutip kantor berita Belarus. Lukashenko masih terus berkuasa meskipun menghadapi protes-protes besar dalam beberapa pekan terakhir yang menyerukannya mundur. Ia menghadapi kemungkinan aksi mogok nasional yang mulai Senin (26/10) setelah diultimatum oleh para pemimpin oposisi. Lukashenko tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mematuhi ultimatum dan mengundurkan diri. Protes-protes menentang 26 tahun kekuasaannya dimulai pasca kemenangannya dalam pemilu 9 Agustus yang kata lawannya dicurangi. Lukashenko telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Barat dalam beberapa tahun belakangan. Dan Pompeo telah melawat ke Belarus pada Februari dalam upaya untuk "menormalisasi" hubungan. Tapi krisis setelah pemilu yang disengketakan itu mendorong Lukashenko kembali mendekat ke sekutu tradisional, Rusia. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi percakapan telepon Pompeo pada Sabtu (24/10). "Menteri menyerukan dibebaskan dan dipulangkannya warga AS Vitali Shkliarov yang ditahan Belarus secara tidak sah dan menegaskan kembali dukungan AS terhadap aspirasi demokratik rakyat Belarus," kata juru bicara itu dalam pernyataan. Washington telah memberlakukan sanksi-sanksi terhadap para pejabat Belarus menyusul penindakan keras terhadap para demonstran di Minsk dan seluruh negara itu. [vm/ft]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta bes...
Australia Kurangi Setengah Jumlah Pelancong Internasional Lewat Udara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemerintah Australia. Jumat (8/1), mengatakan akan segera mengurangi hampir separuh jumlah pelancong...
Perempuan Tewas Akibat Serangan Hiu di Selandia Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Seorang perempuan tewas akibat serangan hiu di Selandia Baru. Pihak berwenang setempat mengatakan, ...
PM Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Singapura
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Jumat (8/1), sewak...
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan mel...
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 bu...
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu ...
Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosi...
Lubang Besar Menganga di Halaman Parkir di Rumah Sakit Napoli
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Para pejabat di Napoli, Italia, hari Jumat melaporkan lubang besar seluas 2.000 meter persegi terbuk...
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV