Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
ABC.net.au - Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia

Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan asal-usulnya dari negara Amerika Latin jika ingin menyewa rumah di ibukota Australia.

Keraguan itu muncul setelah Viry mengalami penolakan ketika bermaksud menyewa rumah yang ditinggali dua orang pegawai negeri yang bekerja pada Departemen Pertahanan.

Desainer grafis berusia 28 tahun itu mengaku selama ini bangga dengan budaya Meksiko, termasuk kuliner nasional dari negaranya, selain ia juga juga seorang penari yang terampil.

Dia sedang mencari rumah untuk ditinggali bersama dengan sebayanya, kemudian menemukan iklan yang menawarkan rumah sewa di wilayah selatan Canberra.

"Saya sudah senang sekali apalagi saya memang ingin tinggal di daerah itu karena dekat dengan tempat kerja dan gym saya," kata Viry kepada ABC.

"Saya baca penjelasan di iklan tentang kedua perempuan ini dan tampaknya cocok sekali untuk saya," katanya.

Viry pun langsung mengirim pesan kepada pasangan itu, menyampaikan aktivitasnya termasuk pergi menari setiap hari Jumat. Dia bahkan berjanji akan memasak makanan Meksiko untuk dibagikan dengan mereka.

Namun Viry tak menyangka yang terjadi selanjutnya.

"Maaf kamu tidak bisa tinggal bersama kami karena negaramu tidak masuk daftar," demikian jawaban yang ia terima.

Pengiklan yang bekerja sebagai pegawai negeri Australia tersebut menyampaikan ke Viry bahwa mereka hanya boleh tinggal bersama dengan warga asal Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada atau Selandia Baru, karena ada aturan keamanan dari Departemen Pertahanan.

"Saya jadi ragu, kenapa Australia bisa seperti itu? Menolak tinggal dengan seseorang karena berasal dari negara lain?" ujarnya.

Akiabt kejadian ini Viry langsung merasa tak diterima di negara yang sudah dia anggap sebagai kampungnya sendiri, apalagi dia sudah berstatus penduduk tetap atau PR.

Mendapat perlakuan yang demikian, Viry mengaku "sulit untuk tidak tersinggung."

ABC telah menghubungi kedua pegawai Dephan melalui akun Facebook, tempat iklan itu dipasang, tapi tidak mendapat tanggapan.

Aturan memungkinkan diskriminasi terhadap penyewa

Departemen Pertahanan dalam penjelasannya kepada ABC mengatakan pihaknya tidak memiliki kebijakan yang membatasi staf untuk tinggal bersama orang lain dari negara tertentu.

"Sebagai bagian dari proses perizinan keamanan, Badan Pemeriksaan Keamanan Pemerintah Australia (AGSVA) ??meminta perincian tentang seluruh penghuni yang tinggal bersama pemohon izin keamanan. Termasuk nama, tanggal lahir dan kewarganegaraan mereka," kata Dephan dalam sebuah pernyataan.

"Semua pemegang izin keamanan juga diharuskan untuk memperbarui AGSVA bila ada perubahan keadaan mereka, termasuk bila penghuni baru yang tinggal dengan mereka," katanya.

"Dephan tidak memiliki persyaratan izin keamanan atau kebijakan yang membatasi staf untuk tinggal bersama orang dari negara tertentu."

Survei yang dilakukan Western Sydney University di tahun 2018 terhadap 6.000 penyewa rumah menemukan seperempat di antaranya mengalami diskriminasi terkait dengan etnis mereka.

Namun memang ada situasi di mana orang dapat mendiskriminasi calon penyewa yang mencari tempat tinggal.

Komisioner Diskriminasi Hak Asasi Manusia di Canberra Karen Toohey mengatakan Undang-Undang Diskriminasi memiliki pengecualian bagi orang-orang yang menyewakan kamar di rumah mereka.

"Ketentuan tersebut pada dasarnya menyatakan bahwa seseorang dapat melakukan diskriminasi dalam memutuskan siapa yang boleh tinggal bersama mereka apabila menyangkut rumah tempat tinggal," jelas Toohey.

Dianggap sebagai pekerja pembersih

Viry mengaku beruntung menemukan tempat kerja yang menghargai bakatnya dan selama ini merasa sangat nyaman tinggal di Canberra.

Namun dia mengakui orang Amerika Latin terkadang diperlakukan berbeda di Australia, termasuk eksploitasi yang pernah ia alami di tempat kerja sebelumnya.

"Di setiap Festival Multikultural, saat saya menari bersama warga Amerika Latin lainnya, orang Australia senang, [dan] saya merasa diterima," ujarnya.

"Tapi begitu menyangkut sisi profesional, keadaannya tak begitu adil. Saya selalu merasa kami ini hanya dianggap sebagai pekerja pembersih, atau tukang cat," kata Viry.

Dia berharap bisa menemukan rumah tinggal di mana teman serumahnya tidak menilai dirinya dari latar belakang negaranya.

Namun pengalaman ini, katanya, membuat dirinya lebih berhati-hati untuk memberi tahu orang lain dia orang Meksiko.

"Lebih baik tidak menyebutkannya. Saya tidak tahu apakah memang ada konsepsi buruk tentang orang Meksiko. Saya tidak mau dihakimi karena hal itu," ujarnya.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Darurat Setelah Vaksin COVID Buatannya 95 Persen Efektif
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Pfizer mengumumkan laporan sementara (interim result) dari studi vaksin virus corona yang sedang ber...
Kami Tidak Kaget: Kondisi Warga Asal Indonesia Saat Australia Selatan Lockdown Ketat
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah negara bagian Australia Selatan menerapkan lockdown paling ketat yang pernah dilakukan te...
Kami Tidak Kaget: Kondisi Warga Asal Indonesia Saat Australia Selatan Lockdown Ketat
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah negara bagian Australia Selatan menerapkan lockdown paling ketat yang pernah dilakukan te...
Boeing 737 MAX yang Dipakai Lion Air Sudah Boleh Terbang lagi
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah Amerika Serikat sudah memberikan lampu hijau bagi pesawat Boeing 737 MAX untuk kembali te...
Boeing 737 MAX yang Dipakai Lion Air Sudah Boleh Terbang lagi
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah Amerika Serikat sudah memberikan lampu hijau bagi pesawat Boeing 737 MAX untuk kembali te...
Semuanya Benar: Saksi Ungkap Kejahatan Militer Australia di Afghanistan
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Seorang saksi dalam penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan khusus SAS Angkatan ...
Semuanya Benar: Saksi Ungkap Kejahatan Militer Australia di Afghanistan
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Seorang saksi dalam penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan khusus SAS Angkatan ...
Anak Presiden Ikut Pemilihan Wali Kota Picu Polemik Soal Dinasti di Indonesia
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Maju dalam kontestasi Pilkada melawan saingan yang tidak jelas, anak dari Presiden Indonesia Joko Wi...
Anak Presiden Ikut Pemilihan Wali Kota Picu Polemik Soal Dinasti di Indonesia
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Maju dalam kontestasi Pilkada melawan saingan yang tidak jelas, anak dari Presiden Indonesia Joko Wi...
Mahasiswa dan Pengawas Asal Indonesia Gugup Saat Ujian Online di Australia
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:26 WIB
Sejak tiga tahun lalu, Yohanes Kurniawan asal Jakarta sudah terbiasa mengawas ujian di lembaga pendi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV