Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 12:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja
DW.com - Pakistan Izinkan Produksi Rami, Varietas Tanaman Ganja

Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyetujui pernyataan yang memungkinkan produksi rami, varietas tanaman ganja secara legal untuk pertama kalinya. Demikian dikatakan Menteri Sains dan Teknologi Pakistan, Fawad Chaudhry dalam konferensi pers di Islamabad.

Pernyataan yang dilihat oleh kantor berita Reuters ini menyebutkan kementerian sains dan teknologi memohon izin untuk membudidayakan rami industri, setelah bermusyawarah dengan kementerian perdagangan, pengendalian narkotika dan pelayanan kesehatan nasional.

Langkah itu dilakukan ketika pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan berjuang untuk meningkatkan pundi-pundi devisa negara yang telah terkuras oleh kesulitan ekonomi, defisit fiskal dan inflasi.

"Pasar rami ini dapat memberi Pakistan sekitar $ 1 miliar dalam tiga tahun ke depan dan kami sedang dalam proses membuat rencana penuh untuk tujuan ini," ujar menteri sains dan teknologi Pakistan, Fawad Chaudhry kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari AFP.

Untuk pemanfaatan medis

Rami adalah sejenis tanaman ganja yang mengandung cannabidiol (CBD) yang menurut para pendukungnya memiliki banyak khasiat obat dan relaksasi.

Dilansir dari Reuters, biji rami menghasilkan minyak rami, sedangkan daunnya digunakan sebagai obat dan batangnya bisa diubah menjadi serat untuk menggantikan kapas pada industri tekstil.

Chaudhry mengatakan senyawa cannabidiol yang ditemukan di tumbuhan rami memiliki peran penting dalam ilmu kedokteran dan terapi dalam mengurangi rasa nyeri parah dan kronis yang mempengaruhi tubuh, contohnya untuk pasien kanker atau mereka yang kehilangan anggota tubuh.

Menteri Chaudry mengatakan rami mengandung sedikit tetrahidrocannabinol, atau THC dan usaha itu tidak boleh dibuat rancu dengan menanam opium.

Distrik barat laut Pakistan di sepanjang perbatasan Afghanistan telah menjadi rumah bagi budidaya bunga poppy illegal dan heroin serta produksi ganja, yang dipasok ke pasar narkotika lokal atau diselundupkan secara internasional.

Chaudhry mengatakan pasar industri rami bernilai sekitar $ 25 miliar secara global dan beberapa negara melonggarkan undang-undang yang menargetkan produk berbasis ganja seperti minyak CBD.

Sejak dulu dimanfaatkan untuk kepentingan medis

Untuk langkah awal, pemerintah negara itu akan mengontrol produksi rami, kata Chaudry, tetapi bisnis swasta dan petani akan diizinkan masuk ke pasar ini di kemudian hari.

Ia menambahkan bahwa dengan produksi kapas di Pakistan yang menurun karena berbagai faktor, rami memberi petani alternatif yang layak untuk dikembangkan.

Di Pakistan yang konservatif, di mana konsumsi alkohol dilarang keras bagi umat Islam, banyak orang yang secara terbuka untuk menggunakan ganja, bersama hasis hitam yang ditanam di kawasan persukuan di negara itu dan negara tetangga Afghanistan, untuk dijadikan varian obat yang disukai.

Tanaman itu sudah ada di Pakistan, sebelum masuknya Islam di wilayah tersebut. Kisah tentang ganja muncul dalam teks suci Hindu Atharva Veda yang menjelaskan penggunaan obat dan ritualnya.

Rami tumbuh hampir seperti gulma di beberapa bagian di Pakistan - termasuk dalam jumlah besar di ibu kota, di mana semak-semak besar dapat terlihat tumbuh di bundaran lalu lintas.

ap/vlz (afp,reuters)



Pakistan mengumumkan rencana untuk mengizinkan produksi rami, yang merupakan varietas  tanaman ganja dari sepsies Cannabis Sativa. Pemerintah Pakistan berharap para petani dapat memetik keuntungan pasar ganja global.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kenali Penyakit Hepatitis dari A Sampai E
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Berkat kerja keras Harvey J. Alter (AS), Michael Houghton (Inggris) dan Charles M. Rice (AS) yang me...
Dua Ilmuwan Perempuan Penemu Gunting Genetika Dianugerahi Nobel Kimia 2020
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Emmanuelle Charpentier dari Perancis dan Jennifer Doudna dari AS dianugerahi Nobel Kimia 2020 untuk ...
Bagaimana Pulau Samsø Ingin Menyelamatkan Dunia
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Orang yang ingin tinggal di pulau Samsø di Laut Baltik, harus menyenangi alam. Juga ketenangan dan ...
Kerusakan Lingkungan Akibat Produksi Narkoba dan Obat Rekreasi
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Produksi kokain mencapai tingkat rekor tinggi, konsumsi opium juga meningkat dalam dekade terakhir. ...
Apa yang Kita Pelajari dari Tikus Lucu Arktik ini?
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Benua Arktik di Kutub Utara terus mencair dan membawa perubahan muram pada ekosistem Bumi. Perkemban...
Kembang Kempis Aplikasi Layanan Kencan Online di Pakistan  
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Tiga tahun berlalu dan Muhammad Ali Shah belum juga menemukan jodohnya di situs layanan kencan onlin...
Perlahan dan Pasti, Generasi Muda Afrika Sambut Mata Uang Kripto
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Afrika sedang mengalami revolusi ekonomi yang disokong teknologi digital. Dalam setahun belakangan i...
Phillis Wheatley Merdeka dari Perbudakan Berkat Kepiawaian Berpuisi
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Anak perempuan berkulit hitam itu usianya diperkirakan baru sekitar tujuh atau delapan tahun ketika ...
Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langk...
Pergulatan Prancis Melawan Islamisme  
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Akhir September lalu Prancis dikejutkan oleh serangan senjata tajam terhadap pejalan kaki di depan b...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV