|
|
| Hamzah Haz |
 |
Sejak kecil Hamzah Haz gemar
berorganisasi. Ketika SMP di Pontianak Kalimantan
Barat, Hamzah aktif di organisasi siswa. Kemudian
ia mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) di kampusnya dan terpilih menjadi ketua.
Ketua Presidium KAMI konsulat Pontianak pun
pernah dijabatnya. Oleh karena itu, kariernya
di bidang politik juga telah dimulai sejak
1965 sebagai anggota DPRD I Kalimantan Barat
mewakili Angkatan 66 dan ia dipilih sebagai
ketuanya pada 1968. |
Hamzah sempat menjadi Wakil Ketua DPW Nahdlatul
Ulama (NU) Kalimantan Barat. Kemudian, mewakili
organisasi itu ia hijrah ke Gedung DPR/MPR
di Senayan pada 1971. Setelah NU berfusi ke
dalam Partai Persatuan Pembangunan, ia terpilih
secara terus-menerus menjadi anggota dewan.
Di PPP sendiri, ia sudah beberapa periode
menjadi pengurus. Terakhir, ia menjadi salah
seorang ketua DPP PPP, sebelum akhirnya terpilih
menjadi Ketua Umum DPP PPP pada akhir 1998
lalu.
Hamzah fasih bicara masalah moneter, khususnya
APBN. Wajar saja, soalnya selama di DPR, hamzah
yang lahir 15 Februari 1940, memang selalu
masuk dalam komisi APBN. Keahliannya itu ia
tuangkan dengan membuat beberapa buah buku
soal ekonomi.
Pada masa Pemerintahan Gus Dur, Hamzah menjabat
sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan
Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra
Taskin). Namun, Hamzah Haz disebut-sebut sebagai
salah seorang dari tiga menteri yang diduga
terlibat KKN. Sembari menolak tuduhan itu,
Hamzah pun lantas mengundurkan diri.
Hamzah menolak tuduhan KKN, dan tak pernah
mengajukan permohonan mundur. Pencopotan Hamzah
dianggap sebagai bagian dari konspirasi politik
untuk menggembosi Poros Tengah.
|
|
|
 |
Pelaksanaan
PEMILU CAPRES
2004 putaran II |
| Hitung mundur
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|