|
|
| Hasyim Muzadi |
 |
Maraknya pencalonan presiden
RI 2004, mengena juga ke Ketua PBNU Hasyim
Muzadi. Beberapa partai telah mengajak bergabung
dan memintanya menjadi calon presiden atau
wakil presiden. Namun, Hasyim mempertanyakan
apakah permintaan itu memang tulus mencalonkan
atau hanya menarik simpati dari yang dicalonkan.
|
Memang, Hasyim menilai kemunculan namanya
masih dalam tataran wacana. Ia enggan memberikan
komentar. Ia tetap memberikan komitmen untuk
mengurus NU dan tak akan meninggalkan amanat
yang telah diberikan kepadanya hanya karena
ingin menjadi pejabat.
Selain itu, Muzadi juga menegaskan bahwa dirinya
tidak akan mengajukan diri sebagai calon presiden
untuk calon dari Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB). "Saya tak akan mengajukan diri
karena tugas saya mengurusi umat, bukan menjadi
pejabat," kata Muzadi. "Kalau ada
yang mengajukan saya sebagai presiden semuanya
harus diputuskan oleh PBNU, bukan oleh saya
saja."
Lahir di Tuban Jawa Timur, 8 Agustus 1944,
anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ayahnya,
Muzadi, asli Tuban, seorang pedagang tembakau
yang juga santri Kiai Kholil Bangkalan, Madura.
Ibunya, Rumyati, seorang ibu rumah tangga,
keturunan Kiai Mas'ud Saden, Lasem, Jawa Tengah.
Muzadi dinilai berhasil ketika menjadi Ketua
NU Jawa Timur. Oleh karena itu pada Konferensi
Wilayah NU Jawa Timur 1997, Hasyim terpilih
kembali sebagai ketua. Cak Hasyim juga berhasil
mendirikan pesantren Al-Hikam di kawasan elite
kota Malang pada 1990.
|
|
|
 |
Pelaksanaan
PEMILU CAPRES
2004 putaran II |
| Hitung mundur
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|